SKJENIUS, PADANG – Sebagai bentuk langkah maju dalam pemanfaatan teknologi digital, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Sumatera Barat resmi meluncurkan inovasi DASHBOARD Peternakan, sebuah sistem digitalisasi yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi peternakan terintegrasi. Inovasi ini diumumkan langsung oleh Kepala Disnak Keswan Sumbar, Ir. Sukarli, S.Pt., M.Si., didampingi Kabid Bina Usaha dan Kelembagaan, Nirmala Puspita Dewi, S.Pt., M.Si., pada Jumat (26/7/2024) di Padang.
Dalam keterangannya, Sukarli menjelaskan bahwa DASHBOARD Peternakan menjadi terobosan penting di era digital karena mampu mengintegrasikan berbagai data terkait peternakan dalam satu platform terpadu. “DASHBOARD Peternakan merupakan pusat data dan informasi terintegrasi tentang segala sesuatu terkait peternakan di Sumbar,” ujarnya penuh optimisme.
Sebelum hadirnya sistem ini, pengelolaan data peternakan di Sumbar masih dilakukan secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel. Cara lama tersebut kerap menimbulkan berbagai kendala, di antaranya risiko kesalahan input, data ganda, inkonsistensi laporan, hingga lambatnya proses penyusunan rekomendasi kebijakan. Situasi ini seringkali menyulitkan dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat di sektor peternakan.
Melalui inovasi DASHBOARD, semua data kini dapat tersimpan secara otomatis dalam database terintegrasi. Sistem ini tidak hanya menyederhanakan proses input, tetapi juga meminimalkan risiko human error, mempercepat proses analisis, serta meningkatkan akurasi informasi yang dihasilkan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil pemerintah daerah akan lebih berbasis data (data-driven) dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pembangunan DASHBOARD Peternakan ini merupakan hasil sinergi kolaboratif antara Disnak Keswan Sumbar dengan mahasiswa Universitas Andalas (Unand). Keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi ini menandakan eratnya hubungan antara akademisi dan pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital. Proses pembangunan meliputi perancangan database penyimpanan data, integrasi data lapangan, serta pengembangan fitur untuk memantau berbagai aspek peternakan secara real time.
Beberapa data penting yang sudah masuk dalam sistem antara lain data asuransi ternak, unit pengolahan hasil peternakan, jumlah kandang aktif, hingga perkiraan harga pasar hewan ternak. Data-data ini tidak hanya bermanfaat untuk internal dinas, tetapi juga akan menjadi sumber informasi terpercaya bagi para peternak, pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat umum.
Kabid Bina Usaha dan Kelembagaan, Nirmala Puspita Dewi, menambahkan bahwa DASHBOARD ini juga memiliki fitur analisis visual berupa grafik, tabel interaktif, serta laporan yang bisa diakses dengan mudah. “Dengan tampilan yang sederhana dan informatif, siapa pun bisa memahami kondisi terkini peternakan di Sumatera Barat. Harapannya, sistem ini dapat menjadi salah satu model digitalisasi data peternakan terbaik di Indonesia,” jelasnya.
Ke depan, Disnak Keswan Sumbar berencana terus mengembangkan sistem ini dengan menambahkan fitur-fitur baru, seperti pemetaan geografis peternakan berbasis GIS, prediksi kebutuhan pakan, hingga integrasi dengan aplikasi pelayanan publik. Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat DASHBOARD, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi para stakeholder dan masyarakat luas.
“Dengan adanya DASHBOARD Peternakan Sumbar, kami berharap layanan data dan informasi peternakan menjadi lebih mudah diakses, akurat, dan bermanfaat untuk mendukung kebijakan strategis di sektor peternakan. Inilah wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern, transparan, dan berbasis teknologi,” pungkas Sukarli. (Mislinda)
