Type Here to Get Search Results !

500 Peserta FGD dan Seminar Internasional Warnai ASEAN Youth Creative Meeting 2025 di Universitas Andalas

 500 Peserta FGD dan Seminar Internasional Warnai ASEAN Youth Creative Meeting 2025 di Universitas Andalas

SKJENIUS TIME LINE, Padang --Senin (24/11/2025), suasana Convention Hall Universitas Andalas terasa berbeda. Sejak pagi, ratusan peserta telah memenuhi ruangan untuk mengikuti rangkaian seminar dalam agenda ASEAN Youth Creative Meeting 2025. Hari itu menjadi salah satu momen penting karena dua kegiatan utama—FGD dan Seminar Internasional—digelar secara bersamaan dengan menghadirkan deretan narasumber berkelas dunia.

Empat pemateri dihadirkan dalam forum tersebut. Di antaranya Perwakilan Tetap Indonesia untuk ASEAN, H.E. M.I. Derry Aman, Perwakilan Tetap Filipina untuk ASEAN, H.E. Evangeline T. Ong Jimenez Ducrocq, seorang profesional muda asal Vietnam (TBC), serta pemudi penggerak sosial Indonesia, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Kehadiran mereka memberi nuansa intelektual dan menggugah semangat pemuda untuk lebih terlibat aktif dalam isu-isu kawasan.


Pada sesi pembukaan, Wali Kota Padang, Fadly Amran, dipercaya menyampaikan sambutan selamat datang kepada lebih dari 500 peserta seminar dan ratusan peserta lainnya yang mengikuti FGD dan kegiatan utama. Dalam kesempatan itu, Fadly menegaskan pentingnya peran pemuda dalam membangun jejaring kreatif ASEAN.


Ketua Umum KNPI Sumbar yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nanda Satria, didampingi Sutan Varel Oriano. SH. Bendahara DPD KNPI Provinsi Sumbar menjelaskan bahwa di hari yang sama Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, dijadwalkan menyampaikan materi khusus kepada seluruh delegasi pemuda dari berbagai negara ASEAN. Menurutnya, kehadiran tokoh nasional tersebut menjadi dorongan semangat bagi para peserta untuk menggali perspektif baru tentang kepemimpinan dan kreativitas.

Kegiatan ASEAN Youth Creative Meeting 2025 sendiri digelar secara tatap muka pada 23–26 November 2025 di dua kota, yaitu Padang dan Bukittinggi. Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi para pemuda ASEAN untuk berbagi gagasan, memperkuat kerja sama, dan melahirkan inovasi yang relevan dengan tantangan masa kini.(Mislinda)