Percepatan Pemulihan Air Bersih Pasca Banjir Dirut PERUMDA Air Minum Cek Ke Lokasi Intake Kampung Koto Dan Lubuk Peraku
SK JENIUS TIME LINE, Padang --Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sementara, pasokan darurat telah dikirim melalui mobil tangki oleh Balai BPBPK Sumatera Barat, ditambah 10 unit tangki air lainnya, serta dukungan dua unit mobil tangki dari Provinsi Jambi. Percepatan Pemulihan Air Bersih Pasca Banjir Hendra Pebrizal Dirut PERUMDA Air Minum Cek Ke Lokasi Intake Kampung Koto Dan Lubuk Peraku
Namun, Zigo menyoroti bahwa di beberapa posko pengungsian, seperti di Guo dan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji—di mana terdapat sekitar 400 rumah terdampak—para pengungsi masih belum mendapatkan akses air bersih.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Zigo Rolanda, melakukan peninjauan langsung ke dua instalasi pipa masuk (intake) PDAM Kota Padang, Sumatera Barat, yakni Intake Kampuang Koto dan Intake Lubuk Paraku, sebagai upaya memastikan layanan air bersih bagi masyarakat kembali pulih pasca bencana banjir yang melanda kota tersebut.
Saat meninjau Intake Kampuang Koto di Kecamatan Nanggalo, yang memiliki kapasitas 500 liter per detik, Zigo menemukan bahwa operasional instalasi tersebut masih lumpuh sementara akibat tertutup lumpur, sedimen, dan material banjir. Kondisi serupa juga ia dapati pada Intake Lubuk Paraku berkapasitas 200 liter per detik, yang hingga kini proses pembersihannya masih berlangsung.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak boleh tertunda,” ujar Zigo dalam keterangannya, (29/11/2025). Ia menekankan pentingnya percepatan pembersihan kedua intake tersebut agar suplai air bersih ke kawasan terdampak segera kembali normal.
Selain itu, Zigo meminta Wali Kota Padang untuk merangkum data kerusakan banjir secara komprehensif di seluruh wilayah, sehingga pemerintah pusat dapat segera menyalurkannya ke kementerian terkait untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat sasaran. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan program relokasi bagi warga yang kehilangan rumah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Air bersih tidak boleh terlambat. Keterlambatan akan menimbulkan masalah kesehatan baru bagi para pengungsi,” tegasnya.
Dengan peninjauan ini, Zigo menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan pemulihan layanan air bersih dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara optimal pasca bencana.(Mislinda)

