Kondisi Pelayanan Perumda Air Minum Kota Padang Berangsur Pulih Pasca Banjir dan Longsor
SK JENIUS TIME LINE, Padang – Perumda Air Minum Kota Padang terus berupaya memulihkan pelayanan air bersih pasca bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Dampak bencana tersebut menyebabkan gangguan serius pada sistem pengolahan dan distribusi air bersih.
Pada awal kejadian, tercatat hanya sekitar 2,6 persen layanan yang dapat beroperasi, sehingga kurang lebih 115.000 pelanggan tidak dapat dilayani. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan infrastruktur serta meningkatnya debit dan kekeruhan air baku di beberapa Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Namun, hingga 8 Desember 2025, kondisi pelayanan menunjukkan perkembangan positif. Layanan air bersih telah kembali berfungsi sebesar 46,80 persen, meskipun masih terdapat sekitar 68.840 pelanggan yang belum dapat terlayani secara normal. Penurunan dan fluktuasi persentase layanan disebabkan oleh gangguan lanjutan pada sejumlah IPA yang terdampak tingginya debit air dan kekeruhan pasca hujan.
Dalam menghadapi situasi tersebut, Perumda Air Minum Kota Padang melakukan berbagai aksi tanggap darurat guna memastikan penyediaan air bersih tetap berjalan, khususnya bagi lokasi-lokasi prioritas. Upaya tersebut difokuskan pada pelayanan air bersih untuk rumah sakit, posko pengungsian, masjid, serta fasilitas umum lainnya.
“Kami terus melakukan langkah-langkah tanggap darurat agar kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di lokasi prioritas, tetap terpenuhi,” ujar Adhie Zein, Kasubid Humas Perumda Air Minum Kota Padang, kepada Jenius Time Line.
Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan bijak dalam menggunakan air, sembari memastikan bahwa proses pemulihan layanan akan terus dioptimalkan hingga kondisi kembali normal sepenuhnya.(Vinny)

