Warga Padang Desak Keringanan Tagihan Listrik dan Air PDAM Pascabencana Banjir dan Longsor
SKJENIUS TIME LINE, Padang ---Harapan masyarakat Kota Padang untuk mendapatkan keringanan pembayaran tagihan listrik dan air PDAM semakin menguat seiring kondisi pascabencana banjir dan longsor yang hingga kini masih menyulitkan kehidupan banyak keluarga. Aspirasi tersebut disampaikan langsung warga kepada Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye 5/12-2025,saat ia meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana.
Dalam kunjungannya, Mastilizal Aye menerima banyak keluhan dari warga terkait terhentinya aliran air bersih selama beberapa hari pascabanjir. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, minum, mandi, hingga sanitasi. Tidak sedikit warga yang terpaksa mengambil air secara mandiri atau menunggu pasokan dari relawan.
Selain persoalan air bersih, beban ekonomi masyarakat juga meningkat drastis. Banyak keluarga kehilangan harta benda akibat banjir bandang, sementara kewajiban membayar tagihan listrik dan air tetap berjalan. Warga pun berharap PLN dapat memberikan skema pembayaran cicilan, serta PDAM menerapkan kebijakan keringanan sementara hingga kondisi benar-benar pulih.
“Saya berharap ada perhatian dari PDAM dan PLN. Masyarakat saat ini sedang memulai kembali hidupnya setelah diterjang bencana, dan sedikit keringanan sangat berarti bagi mereka,” ujar Mastilizal Aye.
Sementara itu, PDAM Kota Padang menegaskan bahwa proses pemulihan jaringan air bersih masih terus berlangsung. Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa hampir seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Meski demikian, progres pemulihan saat ini telah mencapai sekitar 77 persen.
Dari total 129 ribu pelanggan yang terdampak, sekitar 35 ribu pelanggan masih belum mendapatkan aliran air. Untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, PDAM membutuhkan anggaran hingga Rp50 miliar, meliputi perbaikan intake, jaringan pipa, hingga jembatan pipa. Beberapa IPA yang mengalami kerusakan parah diperkirakan memerlukan waktu cukup lama untuk kembali beroperasi normal, dengan pemulihan IPA Palukahan menjadi yang terberat.
Saat ini, PDAM masih menunggu kedatangan 260 batang pipa dari Bekasi yang merupakan bantuan Kementerian PUPR, difasilitasi oleh anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda. Sambil menunggu perbaikan permanen, PDAM mengoperasikan sistem darurat agar air tetap dapat mengalir meski secara terbatas dan bergilir.
Bagi wilayah yang belum mendapatkan suplai sama sekali, PDAM menempatkan tedmond di titik-titik pengungsian dan lokasi strategis. Sebanyak 15 mobil tangki juga dikerahkan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
“Kami tegaskan, air tangki yang dibagikan gratis, tidak dipungut biaya. Karena jumlah mobil tangki terbatas, kami mohon masyarakat bersabar apabila pelayanan sedikit terlambat,” jelas Hendra Pebrizal.
Di tengah proses pemulihan yang masih panjang, desakan masyarakat agar adanya keringanan tagihan listrik dan air terus menguat. Warga berharap pemerintah daerah bersama PLN dan PDAM segera mengambil kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil yang tengah berjuang bangkit dan memulihkan kehidupan pascabencana.(Mislinda)

