Polda Sumbar Rilis Update Identifikasi Korban Bencana Galodo dan Banjir, 226 Jenazah Berhasil Diidentifikasi
SK JENIUS TIME LINE,Padang, 22 Januari 2026 — Kepolisian Daerah Sumatera Barat melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar secara resmi merilis perkembangan terbaru hasil identifikasi korban bencana galodo dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Rilis tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat, Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr (A.P.), serta Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar AKBP dr. Faisal, bertempat di RS Bhayangkara Tk. III Padang.
Konferensi pers ini turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Karumkit Polda Sumbar, keluarga korban, serta insan media.
Dalam keterangannya, Wakapolda Sumbar menjelaskan bahwa proses identifikasi korban dilakukan secara ilmiah dan forensik oleh Tim Dokkes Polri melalui berbagai metode, termasuk pemeriksaan DNA oleh Laboratorium DNA Pusdokkes Polri.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, Tim DVI Polda Sumbar berhasil mengidentifikasi tiga korban tambahan,” ujar Brigjen Pol. Solihin.
Adapun korban yang berhasil diidentifikasi antara lain:
Jaruni, perempuan, usia 68 tahun, asal Lubuk Alung, dengan pembanding DNA Pian (anak kandung). Saat ini jenazah berada di kamar jenazah RS Bhayangkara Padang.
Dusra Maini, laki-laki, usia 55 tahun, asal Kabupaten Agam, dengan pembanding DNA Ihwanda Saputra (anak kandung). Jenazah telah dimakamkan di TPU Agam.
Berdasarkan data hingga 20 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat bencana tercatat sebanyak 254 orang. Dari jumlah tersebut, 226 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 112 laki-laki dan 114 perempuan.
Sementara itu, korban yang belum teridentifikasi berjumlah 28 orang, dengan rincian 13 laki-laki, 11 perempuan, dan 4 body part. Pemakaman massal telah dilakukan terhadap 41 jenazah, masing-masing 25 jenazah di Bungus dan 16 jenazah di Agam, di mana sebagian jenazah tersebut kemudian berhasil diidentifikasi melalui uji DNA.
Saat ini masih terdapat satu jenazah laki-laki yang berada di RS Bhayangkara Padang dan belum dimakamkan secara massal.
Wakapolda Sumbar juga menyampaikan bahwa proses identifikasi dilaksanakan melalui beberapa Posko DVI, dengan Posko DVI Agam dan RS Bhayangkara Padang menjadi lokasi dengan penanganan korban terbanyak. Seluruh posko DVI menunjukkan progres identifikasi yang signifikan.
“Hingga laporan ini disusun, sebanyak 81 korban masih dinyatakan belum ditemukan, terdiri dari 43 laki-laki dan 38 perempuan,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan DVI Polda Sumbar, lanjut Wakapolda, berlangsung aman, tertib, dan terkendali berkat sinergi lintas fungsi serta kerja sama seluruh instansi terkait.(Mislinda)

