Type Here to Get Search Results !

Andre Rosiade Desak Copot Dirut PDAM, Fadly Amran Tegaskan Pemulihan Air Pascabanjir Tanggung Jawab Bersama

 Andre Rosiade Desak Copot Dirut PDAM, Fadly Amran Tegaskan Pemulihan Air Pascabanjir Tanggung Jawab Bersama

SKJENIUS TIME LINE,PADANG – Desakan pencopotan Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang oleh anggota DPR RI Andre Rosiade mendapat bantahan tegas dari Wali Kota Fadly Amran. Fadly menilai, tuntutan tersebut bukanlah solusi atas persoalan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang pascabencana banjir bandang.

Penegasan itu disampaikan Fadly, Senin (1/2/2026). Ia menekankan bahwa pemulihan layanan air bersih tidak bisa dibebankan kepada satu pihak semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga unsur TNI-Polri dan masyarakat.

“Banyak yang menyampaikan di luar soal copot ini dan itu. Saya perlu luruskan, persoalan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Meski bukan berstatus bencana nasional, penanganannya dilakukan secara nasional,” ujar Fadly.

Menurutnya, keterlibatan lintas sektor sejak awal menjadi bukti bahwa penanganan dampak banjir bandang dilakukan secara terpadu dan kolaboratif. Ia menilai, fokus utama saat ini adalah percepatan pemulihan layanan air bersih bagi masyarakat, bukan polemik jabatan.

Fadly mengungkapkan, proses pemulihan oleh Perumda Air Minum Kota Padang telah menunjukkan progres signifikan. Hingga kini, sekitar 99 persen jaringan distribusi telah kembali aktif. Sebanyak 12 intake sudah beroperasi, pembangunan pipa baru sepanjang 800 meter rampung, dan sekitar 98 persen rumah warga kembali teraliri air, meski tekanan belum sepenuhnya normal.

Ia menjelaskan, belum optimalnya tekanan air disebabkan oleh menurunnya debit sumber air baku di wilayah hulu. Sejumlah sungai, danau, serta mata air mengalami gangguan akibat longsor dan perubahan aliran air pascabanjir bandang November 2025 lalu.

“Bukan hanya PDAM yang terdampak. Sumur warga juga ikut kering karena saluran irigasi rusak akibat banjir bandang,” tegasnya.

Fadly menambahkan, pemerintah terus berupaya mempercepat normalisasi sumber air dan perbaikan infrastruktur pendukung agar pelayanan air bersih dapat pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.(Mislinda)