Type Here to Get Search Results !

Banjir Akhir 2025 Lumpuhkan 90 Persen Layanan, PAM Kota Padang Bangkit dan Pulihkan 99 Persen Distribusi Air

 Banjir Akhir 2025 Lumpuhkan 90 Persen Layanan, PAM Kota Padang Bangkit dan Pulihkan 99 Persen Distribusi Air

SKJENIUS TIME LINE,PADANG – Banjir besar yang melanda Pulau Sumatera pada akhir 2025 memberi pukulan telak terhadap layanan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air minum. Di Sumatera Barat, Perumda Air Minum Kota Padang menjadi salah satu operator Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak paling berat, setelah bencana melumpuhkan hampir seluruh layanan akibat kerusakan jaringan pipa, intake, dan instalasi pengolahan air (IPA).

Direktur Utama PAM Kota Padang, Hendra Pebrizal,mengungkapkan bahwa pada fase awal bencana sekitar 90 persen pelanggan tidak terlayani. Kerugian ditaksir mencapai Rp45 miliar, meliputi rusaknya sembilan intake serta sekitar dua kilometer jaringan pipa yang hanyut terbawa arus deras. Tak hanya infrastruktur, sekitar 40 pegawai perusahaan juga terdampak langsung oleh banjir.

“Dampaknya sangat besar. Hampir seluruh sistem distribusi terganggu dan butuh penanganan cepat agar pelayanan dasar masyarakat tidak terhenti terlalu lama,” ujar Hendra dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Melalui langkah tanggap darurat yang cepat dan terkoordinasi lintas pihak, layanan air bersih kini berhasil dipulihkan hingga 99 persen. Dari sekitar 129 ribu sambungan rumah aktif, tersisa sekitar 1.256 pelanggan yang belum terlayani secara normal.

Hendra menjelaskan, sekitar satu persen wilayah belum dapat disambungkan kembali karena akses jembatan menuju IPA hanyut, termasuk jembatan pipa distribusinya. Meski demikian, perusahaan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Untuk wilayah yang belum terlayani penuh, kami menyalurkan air bersih gratis melalui mobil tangki, menyediakan lebih dari 100 titik tap air umum, serta memberikan diskon 50 persen pada blok pemakaian pertama bagi sekitar 90 ribu pelanggan terdampak,” jelasnya.

Pemulihan ini menjadi bukti komitmen PAM Kota Padang dalam menjaga keberlangsungan layanan publik, sekaligus memperkuat sistem mitigasi agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.(Vinny)