Dampak Banjir dan Cuaca Ekstrem, Kuranji Jadi Titik Terparah Krisis Air Bersih di Padang
SKJENIUS TIME LINE,Padang — Krisis air bersih yang melanda Kota Padang, khususnya di Kecamatan Kuranji, masih dirasakan masyarakat hingga awal Februari 2026. Kondisi ini merupakan dampak berkelanjutan dari bencana alam dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak akhir tahun lalu.
Kasubid Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, kepada Jenius Time Line menjelaskan bahwa krisis yang terjadi bukan semata gangguan teknis biasa, melainkan akumulasi dari dua faktor besar yang saling berkaitan.
“Krisis air bersih ini merupakan dampak lanjutan dari bencana banjir besar serta kondisi cuaca panas ekstrem yang terjadi berturut-turut,” jelasnya, Kamis (6/2/2026).
Dua Penyebab Utama
Pertama, banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 lalu melumpuhkan sejumlah infrastruktur utama air bersih. Meski hingga akhir Januari 2026 layanan Perumda telah pulih sekitar 99 persen, kerusakan jaringan irigasi dan terganggunya aliran air di beberapa kawasan permukiman masih menyisakan persoalan di lapangan.
Kedua, memasuki awal tahun 2026, Kota Padang dilanda cuaca panas ekstrem dengan suhu mencapai lebih dari 34 derajat Celsius. Dampaknya, banyak sumur warga mengalami kekeringan. Bahkan, sumur dengan kedalaman hingga 12 meter dilaporkan tidak lagi mengeluarkan air, terutama di wilayah Kuranji dan sekitarnya.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat yang sebelumnya mengandalkan sumur sebagai sumber air alternatif kini sepenuhnya bergantung pada suplai dari Perumda.
Langkah Darurat dan Solusi Jangka Panjang
Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kota Padang bersama Perumda Air Minum melakukan sejumlah langkah darurat. Distribusi air bersih melalui mobil tangki dilakukan secara rutin ke wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa atau yang sumurnya mengering, termasuk Kecamatan Kuranji dan Pauh.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan 212 sumur bor sebagai solusi jangka panjang guna memperkuat ketahanan air bersih masyarakat terdampak.
Di sisi lain, petugas terus melakukan normalisasi layanan dengan memperbaiki infrastruktur Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang belum sepenuhnya beroperasi pascabencana.
Perumda Air Minum Kota Padang memastikan akan terus mengawal proses pemulihan hingga seluruh pelanggan dapat kembali menikmati layanan air bersih secara optimal dan stabil.(Mislinda)

