H. Mustafa M.A.,Kakanwil Kemenag Sumbar Tekankan Sinergi Tri Pusat Pendidikan di Workshop MTsN 5 Kota Padang
SKJENIUS TIME LINE,Padang --Kementerian Agama Republik Indonesia melalui MTsN 5 Kota Padang menggelar Workshop Membangun Ekosistem Belajar Interaktif Kolaborasi Strategis untuk Penguatan Karakter, Literasi, dan Numerasi, Senin (11/05/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh H. Mustafa. MA.,didampingi Dr. H. Yasril serta diikuti seluruh tenaga pendidik dan kependidikan madrasah.
Dalam arahannya, H. Mustafa menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi kuat melalui konsep Tri Pusat Pendidikan. Menurutnya, tiga unsur utama yang harus berjalan seiring adalah orang tua, pemerintah melalui madrasah atau sekolah, serta lingkungan masyarakat.
“Kesuksesan pendidikan memerlukan sinergi yang kuat antara orang tua, pemerintah atau madrasah, dan lingkungan masyarakat. Ketiganya harus saling mendukung demi membentuk generasi yang unggul dan berkarakter,” ungkap H. Mustafa.
Sementara itu, Dr. H. Yasril menekankan pentingnya membangun karakter peserta didik secara mendalam melalui kurikulum berbasis cinta. Ia menjelaskan bahwa pendidikan harus menanamkan cinta kepada Allah SWT, cinta terhadap ilmu pengetahuan, serta membentuk akhlak mulia para siswa.
“Kurikulum berbasis cinta harus mampu melahirkan generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Yasril saat memberikan pembinaan dan pencerahan kepada peserta workshop.
Kepala MTsN 5 Kota Padang, Noprizal didampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Riza Puspita Sari menjelaskan bahwa workshop ini dirancang secara padat dan komprehensif guna meningkatkan kualitas tenaga pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.
Pada hari pertama, workshop membahas kebijakan Kementerian Agama, toleransi dan komitmen kebangsaan, Madrasah Ramah Anak anti-bullying, hingga strategi pembelajaran interaktif dan menyenangkan bersama narasumber Dr. Fauziah, S.Ag., M.Pd., Kons.
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan penguatan terkait analisis capaian pembelajaran, penyusunan perencanaan pembelajaran, media pembelajaran, hingga pembuatan LKPD berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dipandu Pengawas Madrasah, Ilda Peliana, S.Pd.
Sedangkan pada hari ketiga, workshop difokuskan pada penguatan literasi dan numerasi dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler bersama Irawati, S.Pd., M.Pd., dilanjutkan dengan pleno penetapan visi, misi, SOP, serta tata tertib madrasah.
Kegiatan ini sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan yang berdampak, moderat, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran interaktif di lingkungan madrasah.(Mislinda)

