Kompak Bangun Informasi Keumatan, Zarisman Tanjuang dan Wan Abie Kawal Sukses Pisah Sambut Kankemenag Pasaman
SK JENIUS TIME LINE,Pasaman — Kesuksesan pelaksanaan pisah sambut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman tidak hanya terlihat dari khidmatnya acara dan tingginya antusiasme para tamu undangan, tetapi juga dari solidnya kerja tim di balik layar yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh makna.
Di balik suksesnya momentum penting tersebut, dua sosok humas Kementerian Agama menjadi perhatian, yakni Zarisman Tanjuang dan Wan Abie. Keduanya tampil kompak mengawal jalannya kegiatan sekaligus membangun informasi keumatan yang positif, edukatif, dan mencerahkan masyarakat.
Dedikasi tinggi diperlihatkan keduanya dalam menjalankan tugas kehumasan, mulai dari persiapan kegiatan, koordinasi publikasi, pengelolaan dokumentasi, hingga penyebaran informasi melalui berbagai platform media. Kekompakan mereka menjadi salah satu faktor penting yang mendukung suksesnya kegiatan pisah sambut di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pasaman, Kamis (7/5/2026).
Sejak awal kegiatan berlangsung, Zarisman Tanjuang dan Wan Abie tampak aktif berkoordinasi demi memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana. Mereka tidak hanya bertugas mengambil dokumentasi dan menyusun rilis berita, tetapi juga memastikan setiap momen penting tersampaikan kepada publik secara cepat, akurat, dan menarik.
Pisah sambut tersebut menjadi momentum penting dalam estafet kepemimpinan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pasaman. Nuansa haru, hangat, dan penuh kekeluargaan begitu terasa saat pejabat lama, Yasril, menyerahkan amanah kepada pejabat baru, Rali Tasman.
Suasana penuh kebersamaan itu semakin memperlihatkan pentingnya peran humas sebagai jembatan komunikasi antara lembaga dan masyarakat. Dalam momentum tersebut, Zarisman Tanjuang dan Wan Abie berhasil menghadirkan pola komunikasi yang harmonis dan profesional.
Meski berasal dari latar tugas yang berbeda, keduanya mampu membangun sinergi kuat demi mendukung citra positif institusi. Kerja sama mereka terlihat dalam setiap detail kegiatan, mulai dari pengaturan peliputan, koordinasi dengan protokol, hingga publikasi berita yang tersusun rapi, informatif, dan mudah diterima publik.
Tidak sedikit tamu undangan yang memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara yang dinilai tertib, komunikatif, dan sarat nilai kebersamaan. Hal itu tentu tidak terlepas dari peran penting tim humas yang bekerja dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas.
Di era keterbukaan informasi saat ini, humas memiliki peranan strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga. Kehadiran Zarisman Tanjuang dan Wan Abie dalam mengawal kegiatan pisah sambut tersebut menjadi contoh nyata bagaimana komunikasi publik yang baik mampu memperkuat citra institusi sekaligus mendekatkan program-program Kementerian Agama kepada masyarakat.(Mislinda)

