Wali Kota Yota Balad dan Kakankemenag Edy Oktafiandi Resmi Lepas Tim Monev Program Satu Rumah Satu Hafiz 2026
SKJENIUS TIME LINE,PARIAMAN – Wali Kota Pariaman Yota Balad didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, Edy Oktafiandi, secara resmi melepas Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Satu Rumah Satu Hafiz Tahun 2026, Selasa (21/07/2026). Pelepasan tim ini menjadi langkah penting untuk memastikan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman tersebut berjalan efektif dalam mencetak generasi Qurani.
Kegiatan monitoring dilaksanakan berdasarkan Keputusan Wali Kota Pariaman Nomor 237/400/2026 tentang Tim Monitoring dan Evaluasi Program Satu Rumah Satu Hafiz Kota Pariaman Tahun 2026. Sebanyak 11 tim diterjunkan untuk melakukan pemantauan di seluruh kelurahan dan desa, serta lembaga pendidikan jenjang SD/MI dan SMP/MTs di Kota Pariaman.
Dalam sambutannya, Wali Kota Yota Balad menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengawasi, menilai, serta memastikan Program Pariaman Beriman, Saleh dan Berakhlak (RISALAH), khususnya Satu Rumah Satu Hafiz, dapat berjalan optimal sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
"Monitoring dan evaluasi ini bertujuan agar program Satu Rumah Satu Hafiz benar-benar melahirkan anak-anak Kota Pariaman yang hafal Al-Qur'an. Bagi peserta yang memiliki hafalan terbaik, Pemerintah Kota Pariaman akan mengupayakan pemberian hadiah umrah sebagai bentuk apresiasi," ujar Yota Balad.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota Tim Monev agar menjalankan tugas dengan penuh amanah, objektif, dan profesional dalam mengumpulkan data sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program ke depan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, Edy Oktafiandi, menyatakan dukungan penuh terhadap Program Satu Rumah Satu Hafiz karena sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya program Layanan Keagamaan Berdampak.
Menurutnya, Program RISALAH melalui Satu Rumah Satu Hafiz merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an.
"Program ini sangat bersentuhan langsung dengan pembinaan generasi penerus bangsa. Karena itu, Kementerian Agama Kota Pariaman siap mendukung penuh pelaksanaannya sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Kemenag RI, khususnya Layanan Keagamaan Berdampak," tegas Edy Oktafiandi.
Usai prosesi pelepasan, sebanyak 11 Tim Monitoring dan Evaluasi langsung bergerak menuju titik-titik yang telah ditetapkan di sekolah dan madrasah untuk melaksanakan tugas pemantauan. Hasil monitoring tersebut nantinya akan menjadi dasar evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Satu Rumah Satu Hafiz sehingga mampu mewujudkan Kota Pariaman yang religius, beriman, saleh, dan berakhlak mulia.(Mislinda)

