Wali Kota Pariaman Yota Balad Wujudkan Asta Protas Ekoteologi Kemenag melalui Penanaman Pohon Matoa
SKJENIUS TIME LINE,PARIAMAN — Pemerintah Kota Pariaman menunjukkan dukungan nyata terhadap program Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan ekoteologi, melalui kegiatan penanaman pohon matoa di halaman Masjid Istiqomah Adam Sorin, Kelurahan Jalan Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Senin (10/8/2026).
Penanaman pohon tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktafiandi, seusai pelaksanaan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Gebermas) serentak se-Indonesia.
Yota Balad mengatakan, Pemerintah Kota Pariaman mendukung penuh Asta Protas Kemenag, terutama program penguatan ekoteologi yang menitikberatkan pada kepedulian dan pelestarian lingkungan hidup.
“Ini sebagai dukungan nyata kita untuk penguatan ekoteologi Kemenag dari Kota Pariaman, dalam rangka mendukung pelestarian lingkungan hidup berdasarkan peraturan perundang-undangan, serta melaksanakan Asta Protas Kemenag dan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” ujar Yota Balad.
Menurutnya, gerakan menanam pohon tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Yota Balad bahkan berharap kegiatan penanaman pohon dapat menjadi agenda tersendiri dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama setiap tahunnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Edy Oktafiandi menjelaskan bahwa Asta Protas Kemenag Berdampak merupakan delapan program prioritas Kementerian Agama yang dirancang agar memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Asta Protas ini berisi delapan program besar, yang outputnya diharapkan berdampak langsung pada masyarakat,” jelas Edy Oktafiandi.
Ia merinci delapan program prioritas tersebut, yakni (1) Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan; (2) Penguatan Ekoteologi; (3) Layanan Keagamaan Berdampak; (4) Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi; (5) Pemberdayaan Pesantren; (6) Pemberdayaan Ekonomi Umat; (7) Sukses Haji; dan (8) Digitalisasi Tata Kelola.
Edy menegaskan, seluruh inovasi dan program yang dilaksanakan Kemenag Kota Pariaman akan tetap mengacu pada Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Apapun inovasi dan program kita di Kemenag Pariaman, tetap menjadikan Asta Protas Kemenag RI sebagai acuan,” tandasnya.
Kegiatan penanaman pohon matoa tersebut turut dihadiri Asisten I Pemerintah Kota Pariaman Elfis Candra yang mendampingi Wali Kota, sejumlah kepala OPD, camat, lurah Kelurahan Jalan Baru, jajaran Kementerian Agama, serta masyarakat.
Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara Pemerintah Kota Pariaman, Kementerian Agama, dan masyarakat dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menerjemahkan program penguatan ekoteologi ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat.(Mislinda)

