Didikan Subuh Gabungan Pariaman Tengah, Kemenag Dorong Generasi Muda Unggul dan Berakhlak
SKJENIUS TIME LINE,PARIAMAN — H. Edy Oktafiandi.S.Ag.M.Pd.Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Pariaman menghadiri kegiatan Didikan Subuh (Dibsub) Gabungan Kecamatan Pariaman Tengah, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Taqwa Taratak tersebut menjadi salah satu wadah pembinaan keagamaan bagi generasi muda, khususnya para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), sekaligus memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, tokoh agama, pengurus masjid, serta masyarakat.
Kehadiran Edy Oktafiandi disambut antusias oleh para peserta didikan subuh. Turut hadir mewakili Wali Kota Pariaman, Asisten II Nazifah, Kepala Kankemenag Kota Pariaman H. Edy Oktafiandi, Kabag Kesra, Camat Pariaman Tengah, jajaran KUA, lurah, penyuluh agama, penghulu, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), pengurus masjid, orang tua santri, serta para santri MDT.
Dalam sambutan Wali Kota Pariaman yang disampaikan oleh Asisten II Nazifah, Pemerintah Kota Pariaman menyampaikan dukungan terhadap berbagai program inovasi keagamaan yang dilaksanakan Kementerian Agama bersama jajaran dan mitra keagamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Didikan Subuh memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota Pariaman, khususnya RISALAH yang diarahkan untuk membangun masyarakat yang beriman, saleh dan berakhlak.
“Pemerintah Kota Pariaman sangat mendukung program dan inovasi keagamaan yang dilaksanakan Kementerian Agama dan seluruh jajaran. Kegiatan seperti Didikan Subuh ini sangat positif dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kota Pariaman, khususnya RISALAH,” demikian pesan Wali Kota yang disampaikan Nazifah.
Sementara itu, H. Edy Oktafiandi menegaskan bahwa kegiatan Didikan Subuh merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan Layanan Keagamaan Berdampak di tengah masyarakat.
Ia menyebutkan, pembinaan keagamaan tidak cukup hanya dilakukan melalui lembaga pendidikan formal, tetapi juga perlu diperkuat melalui masjid, surau, MDT, keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Didikan Subuh menjadi salah satu sarana strategis dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter dan memiliki pemahaman keagamaan yang baik. Ini merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan keagamaan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Edy.
Menurutnya, keterlibatan orang tua, pengurus masjid, penyuluh agama, penghulu, guru MDT dan seluruh unsur masyarakat sangat penting dalam membangun generasi yang berkualitas. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial.
Edy juga mengapresiasi pelaksanaan Didikan Subuh Gabungan Kecamatan Pariaman Tengah yang terus menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembinaan bagi santri dan generasi muda.
“Anak-anak kita adalah investasi masa depan. Karena itu, pembinaan iman, ilmu dan akhlak harus dilakukan secara bersama-sama. Masjid, madrasah, keluarga dan pemerintah memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.
Melalui Didikan Subuh Gabungan ini, sinergi Kementerian Agama dan Pemerintah Kota Pariaman diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan generasi muda yang unggul, berkualitas, religius dan berakhlak mulia, sekaligus mendukung terwujudnya visi program keagamaan RISALAH di Kota Pariaman.(Mislinda)

