Kankemenag Yasril Apresiasi Dua Siswa MAN 1 Padang Raih Juara VIBE Nasional
PADANG, JENIUS TIME LINE — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa madrasah di tingkat nasional. Dua siswa Kelas Taruna British MAN 1 Kota Padang, Muhammad Zaki Al Abqori dan Elvina Mulya Herliza, berhasil mengharumkan nama madrasah dalam ajang Voice In Brilliant English (VIBE) yang diselenggarakan Politeknik Negeri Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026).
Dalam kompetisi tersebut, Muhammad Zaki Al Abqori berhasil meraih Juara II cabang Speech, sedangkan Elvina Mulya Herliza meraih Juara III cabang Newscasting. Keduanya mampu menunjukkan kemampuan terbaik dalam berbahasa Inggris dan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Padang, Yasril. Ia menilai keberhasilan dua siswa Taruna British MAN 1 Kota Padang menjadi bukti bahwa madrasah memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi unggul dan berdaya saing.
“Selamat kepada Zaki dan Elvina. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi MAN 1 Kota Padang dan Kementerian Agama Kota Padang. Mereka telah membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional,” ujar Yasril.
Menurut Yasril, capaian tersebut sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama, terutama dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul.
Ia menegaskan, pendidikan madrasah tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi akademik di ruang kelas. Peserta didik harus diberikan ruang untuk mengembangkan bakat, minat, kreativitas, kemampuan komunikasi, keberanian, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global.
“Mutu pendidikan akan terlihat ketika anak-anak kita mampu mengimplementasikan ilmu dan keterampilannya dalam berbagai ajang. Prestasi Zaki dan Elvina menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten dan pemberian ruang kepada siswa untuk berkembang akan menghasilkan capaian yang membanggakan,” jelasnya.
Yasril berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa madrasah lainnya di Kota Padang untuk berani bermimpi dan mengambil kesempatan dalam berbagai kompetisi.
“Jangan berhenti pada satu prestasi. Jadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” pesannya.
Dibina Melalui Kelas Taruna
Sementara itu, Kepala MAN 1 Kota Padang, Afrizal, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan kedua siswanya. Menurutnya, pihak madrasah sejak awal telah melihat potensi besar yang dimiliki Zaki dan Vina.
Karena itu, madrasah memberikan kesempatan kepada keduanya untuk mengikuti kompetisi secara offline di Malang, meskipun peserta juga diperbolehkan mengikuti perlombaan secara daring.
“Melihat kemampuan kedua siswa Taruna British ini, dari awal kita sudah yakin dan percaya bahwa keduanya akan menjadi juara. Oleh karena itulah kita mengirim mereka untuk berlomba secara offline ke Malang walaupun keduanya diizinkan online,” jelas Afrizal.
Menurutnya, keikutsertaan secara langsung bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga kepada peserta didik. Dengan hadir di arena perlombaan, keduanya dapat berinteraksi dengan peserta dari berbagai provinsi, menyaksikan kemampuan peserta lain, sekaligus membangun mental kompetitif dan kepercayaan diri.
“Dengan mengutus mereka berlomba secara offline, mereka akan mendapatkan pengalaman baru setelah bersaing dengan anak-anak hebat dari provinsi lainnya,” tambahnya.
Afrizal menjelaskan, Kelas Taruna British dan Taruna Arabian di MAN 1 Kota Padang memang dirancang sebagai wadah pengembangan potensi peserta didik.
“Itulah tujuan kelas Taruna ini dibuat, baik British maupun Arabian, agar lahir dari kelas tersebut anak-anak hebat yang siap bersaing sampai ke luar negeri,” tegasnya.
Sempat Gugup, Berakhir Juara
Di balik keberhasilan tersebut, Zaki dan Vina mengaku sempat merasa gugup sebelum tampil. Rasa gugup muncul setelah keduanya menyaksikan penampilan peserta lain yang dinilai memiliki kemampuan luar biasa.
Namun, ketika tiba giliran tampil di hadapan penonton dan juri, keduanya mampu mengendalikan rasa gugup dan menunjukkan kemampuan terbaik.
“Menjelang tampil kami cukup gugup karena melihat penampilan para pesaing sebelumnya. Tetapi setelah kami tampil di depan penonton yang banyak dan di depan para juri, kami cukup percaya diri dan yakin akan juara,” ungkap keduanya.
Keyakinan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Zaki tampil gemilang pada cabang Speech dan meraih Juara II, sementara Vina berhasil menunjukkan kemampuan terbaik pada cabang Newscasting dan meraih Juara III.
Atas prestasi tersebut, keduanya berhak memperoleh sertifikat juara, piala dan bingkisan dari panitia pelaksana.
Kankemenag Yasril menegaskan, prestasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah.
Ia menyebut keberhasilan peserta didik merupakan hasil sinergi antara siswa, guru, orang tua, pimpinan madrasah dan seluruh pihak yang mendukung proses pendidikan.
“Prestasi anak-anak kita lahir dari kerja bersama. Karena itu, saya memberikan apresiasi kepada guru pembimbing, Kepala MAN 1 Kota Padang dan seluruh jajaran yang terus memberikan ruang dan dukungan kepada siswa untuk mengembangkan potensinya,” katanya.
Yasril juga mendorong seluruh madrasah agar semakin aktif mengidentifikasi potensi peserta didik sejak dini dan memberikan pembinaan secara berkelanjutan. Menurutnya, setiap siswa memiliki keunggulan masing-masing yang perlu diarahkan agar berkembang secara optimal.
Prestasi Muhammad Zaki Al Abqori dan Elvina Mulya Herliza menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya mampu melahirkan generasi yang unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan dalam penguasaan bahasa asing, komunikasi, keberanian tampil, serta daya saing di tingkat nasional.
Dua gelar juara VIBE Nasional tersebut sekaligus menjadi energi baru bagi MAN 1 Kota Padang untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan generasi muda yang siap berkompetisi lebih jauh, bahkan hingga tingkat internasional.(HRS)

