Wisuda ke-18 STIKES Ranah Minang Padang: 126 Lulusan Ditantang Buktikan Kompetensi dan Pengabdian
PADANG, JENIUS TIME LINE — Wisuda bukanlah garis akhir perjuangan akademik, melainkan titik awal pembuktian kualitas, integritas, dan tanggung jawab profesional. Pesan itulah yang mengemuka dalam Wisuda ke-18 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Ranah Minang Padang, Selasa, 20 Oktober 2026, yang melantik sebanyak 126 wisudawan dan wisudawati untuk bersiap memasuki dunia kerja dan pengabdian di bidang kesehatan.
Ketua Yayasan STIKES Ranah Minang, dr. Hj. Efrida Aziz, M.Sc., FISQua, saat diwawancarai Jenius Time Line menegaskan bahwa keberhasilan meluluskan 126 mahasiswa merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Momentum wisuda ini menjadi bukti nyata komitmen STIKES Ranah Minang dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” jelas dr. Hj. Efrida Aziz.
Menurutnya, gelar akademik yang disandang para lulusan bukan sekadar simbol keberhasilan menuntaskan pendidikan, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja, etika, dan kualitas pelayanan. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin berkualitas, lulusan perguruan tinggi kesehatan dituntut tidak hanya menguasai teori dan keterampilan, tetapi juga memiliki empati, disiplin, integritas, serta kepedulian terhadap keselamatan pasien.
Tantangan tersebut menjadi pekerjaan rumah sekaligus peluang bagi 126 lulusan STIKES Ranah Minang Padang. Mereka harus mampu membuktikan bahwa proses pendidikan yang telah ditempuh benar-benar menghasilkan tenaga kesehatan yang siap menghadapi dinamika pelayanan, menjunjung tinggi standar profesi, dan menempatkan kepentingan pasien sebagai prioritas.
Para lulusan berasal dari sejumlah program studi, yakni Program Studi Profesi Ners, Diploma III (DIII) Farmasi, Diploma III (DIII) Kebidanan, dan Sarjana (S1) Kebidanan. Keberagaman bidang pendidikan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan sumber daya manusia kesehatan yang dibutuhkan masyarakat, sesuai kompetensi dan kewenangan masing-masing profesi.
Wisuda ke-18 ini sekaligus menjadi momentum bagi STIKES Ranah Minang Padang untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan kesehatan.
Sebab, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah mahasiswa yang diwisuda. Ukuran yang lebih menentukan adalah sejauh mana lulusannya mampu menerapkan ilmu, menjaga profesionalisme, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi 126 wisudawan dan wisudawati, toga yang dikenakan pada hari wisuda menjadi simbol pencapaian sekaligus pengingat bahwa perjalanan sesungguhnya baru dimulai. Mereka kini ditantang mengubah ilmu menjadi pelayanan, kompetensi menjadi tindakan nyata, dan gelar akademik menjadi bukti pengabdian bagi kemanusiaan.
Wisuda boleh berakhir, tetapi tanggung jawab untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan dan kepercayaan masyarakat harus terus berjalan.

