Type Here to Get Search Results !

Jumat Keliling Polres Pessel, Kompol Syafrizen Ajak Masyarakat Berdayakan Tungku Tigo Sajarangan Jaga Kamtibmas

 

Jumat Keliling Polres Pessel, Kompol Syafrizen Ajak Masyarakat Berdayakan Tungku Tigo Sajarangan Jaga Kamtibmas

PAINAN, JENIUS TIME LINE – 6 November 2026 Program Kapolri melalui kegiatan Jumat Keliling Polres Pesisir Selatan kembali menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Tidak sekadar hadir di tengah jamaah, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ricky Richardo, S.I.K., S.H., M.H., diwakili Wakapolres Pesisir Selatan Kompol Syafrizen, S.H. (Datuk Rang Batuah), bertindak sebagai khatib Jumat di Masjid Darul Muthmainnah, Perumnas Painan Timur, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Dalam khutbahnya, Kompol Syafrizen mengangkat tema “Berdayakan Tungku Tigo Sajarangan, Kamtibmas Tanggung Jawab Bersama.” Pesan tersebut menekankan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Di hadapan jamaah Jumat, ia mengingatkan bahwa Islam mengajarkan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan sebagaimana terkandung dalam Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 2.

Menurutnya, lingkungan yang aman bukan hanya ditandai dengan tidak adanya tindak kejahatan, tetapi juga terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghormati, merasa terlindungi, serta dapat menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari dengan tenang.

Tungku Tigo Sajarangan, Kekuatan Kearifan Lokal

Kompol Syafrizen menegaskan, masyarakat Minangkabau memiliki modal sosial dan kearifan lokal yang sangat kuat melalui falsafah Tungku Tigo Sajarangan, Tali Tigo Sapilin.

Tiga unsur tersebut, yakni niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai, memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan bermartabat.

Niniak mamak diharapkan menjadi pengayom anak kemenakan, mencegah perselisihan, serta mengingatkan generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, perjudian, tawuran, maupun perbuatan melanggar hukum.

Sementara itu, alim ulama berperan membimbing umat melalui pendidikan agama dan pembinaan akhlak. Masjid hendaknya tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

Adapun cadiak pandai diharapkan mampu memberikan pemikiran, gagasan, serta solusi dalam membangun masyarakat yang maju dan sejahtera, termasuk melibatkan unsur pemerintah, pendidikan, pemuda, dan tokoh masyarakat.

"Apabila ketiga unsur ini bersatu, saling menghormati dan bekerja sama, insyaallah kehidupan masyarakat akan semakin kuat," menjadi salah satu pesan penting dalam khutbah tersebut.

Narkoba, Judi dan Hoaks Jadi Perhatian Bersama

Lebih lanjut, Wakapolres Pessel itu mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Mulai dari pencegahan penyalahgunaan narkoba, perjudian, minuman keras, hingga berbagai penyakit masyarakat lainnya. Ia juga mengingatkan pentingnya bijak menggunakan media sosial, tidak mudah menyebarkan berita bohong, fitnah, ujaran kebencian, maupun informasi yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat juga didorong mengaktifkan kembali kepedulian terhadap keamanan lingkungan, memperkuat komunikasi antarwarga, menghidupkan ronda malam, serta mengarahkan generasi muda kepada kegiatan positif seperti olahraga, pendidikan agama, keterampilan, dan kegiatan sosial.

Dalam menyelesaikan persoalan sosial, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi ataupun melakukan tindakan main hakim sendiri. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah dan jalur hukum.

Ia turut mengutip hadis Rasulullah SAW yang mengajarkan bahwa seorang muslim adalah orang yang mampu menjaga orang lain dari gangguan lisan dan tangannya.

Polisi Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Melalui program Jumat Keliling, Polres Pesisir Selatan ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif.

Kompol Syafrizen menegaskan bahwa kepolisian membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, dan seluruh warga diharapkan menjadi mitra kepolisian.

Apabila menemukan potensi gangguan keamanan, masyarakat diminta segera berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat nagari, maupun kantor kepolisian terdekat.

Jangan menunggu persoalan membesar baru mengambil tindakan pencegahan.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengedepankan prinsip bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, musyawarah lebih baik daripada permusuhan, persaudaraan lebih baik daripada perpecahan, serta hukum harus ditegakkan secara adil.

Falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, turut menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang beriman, berakhlak, beradat, dan taat hukum.

Menutup khutbahnya, Kompol Syafrizen mengajak jamaah memulai upaya menjaga keamanan dari diri sendiri, keluarga, rumah tangga, lingkungan tempat tinggal hingga nagari.

Pesan utamanya tegas: keamanan tidak boleh hanya dibebankan kepada polisi. Niniak mamak menjaga anak kemenakan, alim ulama membimbing umat, cadiak pandai memberikan pemikiran, sementara kepolisian bersama masyarakat menjaga ketertiban.

"Jangan serahkan seluruh tanggung jawab keamanan kepada polisi. Mari kita berdayakan Tungku Tigo Sajarangan. Karena Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama."

Kegiatan Jumat Keliling tersebut menjadi pengingat bahwa keamanan yang kokoh lahir dari kebersamaan, kepedulian, nilai agama, adat istiadat, serta sinergi antara kepolisian dan masyarakat.

Salam Polisi, Polisi Bersama Masyarakat.