Jeniustimeline.com, SURABAYA – Kemajuan terbaru industri di bidang peternakan, teknologi pakan, pengolahan susu, hingga inovasi produk turunan hasil ternak menjadi sorotan utama dalam gelaran Indo Livestock Expo 2025 yang berlangsung di Grand City Surabaya pada 1–5 Juli 2025. Ajang berskala nasional ini menjadi barometer perkembangan dunia peternakan Indonesia, mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat luas dalam satu forum terpadu.
Pada kesempatan bergengsi tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Sumatera Barat hadir dengan penuh semangat. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar memamerkan produk, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata Sumatera Barat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui partisipasi ini, Disnak Keswan Sumbar ingin menegaskan bahwa sektor peternakan di Ranah Minang memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan mampu bersaing di level nasional maupun global.
Produk-produk yang ditampilkan mengusung keunikan lokal dan inovasi khas daerah. Di antaranya adalah Rendang Susu Papa, kreasi unik berbahan dasar susu yang diolah menjadi rendang dengan cita rasa khas, serta Rendang 3 in 1 karya Hj. Fatimah dari Kabupaten Solok yang memadukan inovasi dan tradisi dalam satu kemasan. Tidak kalah menarik, hadir pula produk olahan walet berbagai varian dari Wabe, yang menampilkan keragaman produk bernilai tinggi. Selain itu, Dadiah, yaitu susu kerbau fermentasi tradisional Minangkabau, juga menjadi primadona karena menyimpan nilai sejarah, budaya, sekaligus gizi yang tinggi. Ragam produk olahan lainnya juga dipamerkan untuk memperlihatkan betapa kayanya potensi peternakan Sumatera Barat.
Stand pameran milik Disnak Keswan Sumbar dikemas dengan sangat menarik. Melalui Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan, seluruh tampilan produk disajikan dengan penataan modern, dilengkapi informasi up to date, sehingga mampu memikat perhatian para pengunjung. Banyak pelaku industri, investor, hingga akademisi yang singgah untuk melihat lebih dekat, bertanya, dan menjalin komunikasi mengenai peluang kerja sama.
Kepala Disnak Keswan Sumbar, Dr. (Cand.) Ir. Sukarli, S.Pt., M.Si., IPU., menegaskan bahwa keikutsertaan ini merupakan momentum penting. Menurutnya, melalui Indo Livestock Expo, Sumatera Barat dapat memperkenalkan potensi peternakan dan inovasi produk lokal kepada masyarakat luas, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi UMKM dan pelaku usaha daerah.
“Partisipasi ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi dan inovasi sektor peternakan Sumatera Barat di panggung nasional, sekaligus membuka peluang pasar baru,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi pameran.
Pernyataan tersebut turut diamini oleh Kabid Bina Usaha dan Kelembagaan, Nirmala Puspita Dewi, S.Pt., M.Si., yang menambahkan bahwa keikutsertaan ini juga menjadi sarana pembelajaran.
“Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat tren, teknologi terbaru, dan peluang kemitraan yang dapat dikembangkan di Sumatera Barat. Harapannya, inovasi yang kita bawa bisa lebih dikenal dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Secara keseluruhan, kehadiran Disnak Keswan Sumbar di Indo Livestock Expo 2025 bukan hanya memperlihatkan kreativitas dalam mengolah hasil ternak, tetapi juga memperkuat branding daerah sebagai penghasil produk peternakan berkualitas. Dengan mengangkat kearifan lokal sekaligus inovasi modern, Sumatera Barat bertekad menjadi salah satu daerah unggulan dalam pembangunan sektor peternakan Indonesia.
(Vinni N.)
