Type Here to Get Search Results !

Penanaman 1.000 Batang Mangrove di Sungai Pisang, DLH Sumbar Kolaborasi dengan Pertamina dan PLN

Penanaman 1.000 Batang Mangrove di Sungai Pisang, DLH Sumbar Kolaborasi dengan Pertamina dan PLN

Jeniustimeline.com, Padang – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia Tahun 2025 sekaligus menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan penanaman 1.000 batang mangrove di kawasan pesisir Sungai Pisang, Kelurahan Teluk Kabung Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, pada Sabtu, 9 Agustus 2025.

Kegiatan ini terlaksana berkat sinergi DLH Sumbar bersama PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Teluk Kabung, PT PLN Indonesia Power UBP Teluk Sirih, serta sejumlah mitra dan komunitas peduli lingkungan. Aksi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga ekosistem pesisir dan mencegah abrasi, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di Sumatera Barat.

Selain penanaman mangrove, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Teluk Kabung dan PT PLN Indonesia Power UBP Teluk Sirih kepada kelompok masyarakat pesisir. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumatera Barat juga menyerahkan sertifikat penghargaan lingkungan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi dalam pelestarian alam. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup melalui BPLH menyerahkan sertifikat PROPER kepada beberapa pelaku usaha di Sumatera Barat sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan mereka terhadap pengelolaan lingkungan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan lapangan ke Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Di sana, peserta meninjau secara langsung inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan ramah lingkungan tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif untuk menjaga mangrove dan ekosistem pesisir semakin tumbuh, sehingga Sumatera Barat dapat menjadi daerah yang berdaulat secara lingkungan, berdaya secara ekonomi, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Mislinda)