Type Here to Get Search Results !

WRI Indonesia Lakukan Kajian SMART Waste di TPA Solok untuk Percepatan Pengurangan Emisi Metana

WRI Indonesia Lakukan Kajian SMART Waste di TPA Solok untuk Percepatan Pengurangan Emisi Metana


Jeniustimeline.com, Solok, 7/8/2025 – World Resources Institute (WRI) Indonesia melakukan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Solok dalam rangka Kajian SMART Waste Indonesia: Strengthening Methane Action through Reliable Tracking in Waste Sector Project. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya global untuk memperkuat aksi pengurangan emisi gas rumah kaca, khususnya metana, di sektor pengelolaan sampah.

Kajian SMART Waste bertujuan meningkatkan kapasitas pemantauan, pelaporan, dan verifikasi (MRV/Monitoring, Reporting, Verification) di sektor persampahan. Melalui metode ilmiah terkini yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif, proyek ini diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih akurat dan dapat diandalkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pengurangan emisi metana di Indonesia.

TPA Solok dipilih sebagai salah satu lokasi pengambilan data karena dinilai mampu merepresentasikan karakteristik timbulan sampah di wilayah Sumatera. Selain itu, TPA ini memiliki potensi strategis dalam memberikan kontribusi penting bagi penyempurnaan perhitungan inventarisasi emisi nasional, sehingga dapat mendukung target penurunan emisi Indonesia sesuai komitmen dalam Nationally Determined Contribution (NDC).

Melalui kunjungan ini, WRI Indonesia bersama pemangku kepentingan daerah, termasuk pemerintah setempat dan pengelola TPA, berdiskusi mengenai tantangan serta peluang inovasi dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Kolaborasi lintas pihak diharapkan dapat mempercepat penerapan teknologi ramah lingkungan, mengoptimalkan pemanfaatan data, serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan emisi metana dari sektor limbah.

Kegiatan kajian ini menjadi langkah strategis untuk mendukung transformasi sistem pengelolaan sampah Indonesia menuju arah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon serta visi Indonesia menuju net zero emission 2060. (Tim)