Type Here to Get Search Results !

APBD Padang Masih Defisit Rp120 Miliar, DPRD Dorong Optimalisasi Pendapatan dari PDAM

 APBD Padang Masih Defisit Rp120 Miliar, DPRD Dorong Optimalisasi Pendapatan dari PDAM

SKJENIUS TIME LINE, Padang---Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang tahun 2026 masih mengalami defisit cukup besar. Hal tersebut disampaikan Muharlion kepada Jenius Time Line, Selasa (13/1/2026). 

Ia menjelaskan, setelah seluruh belanja dimasukkan, APBD Kota Padang masih minus sekitar Rp120 miliar. Kondisi tersebut belum termasuk rencana pinjaman daerah sebesar Rp81 miliar yang hingga kini masih dalam tahap pengkajian bersama.

Menghadapi situasi defisit tersebut, DPRD Kota Padang mendorong Pemerintah Kota Padang untuk menggali dan mengoptimalkan potensi penerimaan daerah. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Menurut Muharlion, optimalisasi pendapatan dari sektor PDAM menjadi fokus penting karena masih banyak potensi yang belum tergarap maksimal. DPRD menargetkan penertiban dan pendataan pelanggan non-PDAM yang selama ini telah menikmati layanan air bersih, namun pembayarannya tidak tercatat melalui rekening resmi PDAM.

“Kita mau kejar pelanggan non-PDAM ini. Jumlahnya cukup besar. Berdasarkan data, ada sebanyak 70.000 pelanggan non-PDAM yang sudah dilayani, tetapi pembayarannya tidak melalui rekening PDAM. Selain itu, sekitar 20 persen pelanggan belum terdata sama sekali,” tegasnya.

Ia menekankan, seluruh pelanggan yang telah menikmati layanan air bersih wajib memenuhi kewajiban pembayaran retribusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Optimalisasi ini diharapkan dapat membantu menutup defisit APBD serta memperkuat kemandirian keuangan daerah Kota Padang.(Mislinda)