Kakankemenag Padang Resmikan Khatam Al-Qur’an di LPP Anak Aia, Wujud Kesadaran Spiritual Warga Binaan
SKJENIUS TIME,Padang — Suasana syahdu dan penuh haru menyelimuti Mushalla Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Anak Aia Padang saat 30 orang warga binaan mengikuti prosesi khatam Iqra dan Al-Qur’an, Jumat (6/3/2026). Wajah ceria dan kebahagiaan terpancar dari para peserta yang berhasil menuntaskan pembelajaran membaca kitab suci tersebut sebagai bagian dari pembinaan keagamaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Kegiatan khatam Al-Qur’an tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Edy Oktafiandi, yang hadir memberikan apresiasi atas pembinaan spiritual yang terus dilakukan kepada warga binaan.
Dalam sambutannya, Edy Oktafiandi menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan ini merupakan bentuk nyata implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara LPP dengan Kementerian Agama Kota Padang dalam meningkatkan kualitas pembinaan spiritual warga binaan.
Menurutnya, Al-Qur’an menjadi pedoman utama dalam menjalani kehidupan sehingga mampu menumbuhkan kesadaran spiritual manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.
“Dalam hidup ini kita harus selalu mempedomani Al-Qur’an agar tumbuh kesadaran spiritual dalam diri kita. Setiap peristiwa yang kita jalani harus disyukuri, karena belum tentu yang kita anggap baik itu baik menurut Allah, dan apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk di sisi Allah,” ujar Edy dalam arahannya.
Ia juga mengingatkan agar para warga binaan tetap bersyukur atas setiap fase kehidupan yang dijalani dan menjadikannya sebagai momentum memperbaiki diri serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sementara itu, Kepala LPP Anak Aia Padang, Susi Andriyeni Pohan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Kementerian Agama Kota Padang yang terus memberikan dukungan dalam pembinaan spiritual bagi warga binaan.
Ia menjelaskan bahwa berbagai program keagamaan telah dilaksanakan secara rutin melalui pendampingan para penyuluh agama Islam, seperti pembelajaran membaca Al-Qur’an, pelatihan tata cara shalat, penyelenggaraan jenazah, hingga kegiatan seni religi qasidah rebana.
“Alhamdulillah, dengan dukungan para penyuluh agama seperti Hendri, Zul Akhyar, dan Fitri Yeni, kebutuhan spiritual warga binaan dapat terpenuhi dengan baik,” ungkap Susi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kabid Pelayanan Kanwil Imigrasi dan Pemasyarakatan Zulkifli, Ketua Yayasan Al-Azhar (KYA) Koto Tangah Hendri Chan, penyuluh agama Zul Akhyar, serta Joni Darma Putra.
Prosesi khatam Al-Qur’an ini menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan di dalam lembaga pemasyarakatan mampu menghadirkan harapan baru bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik melalui kesadaran spiritual yang kuat.(Mislinda)

