Hari Raya Ketiga, Kompol Syafrizen, SH Waka Polres Pessel Serukan Persatuan Kaum dan Tegaskan Larangan Orgen Malam Demi Kamtibmas
SKJENIUS TIME LINE, Pessel ---Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Wakapolres Pesisir Selatan, Kompol Syafrizen, SH yang juga menyandang gelar adat Datuak Rang Batuah, untuk mempererat tali silaturahmi melalui kegiatan halal bihalal bersama kaum Suku Kampai Sawah Laweh.
Kegiatan tersebut rutin digelar setiap hari ketiga Lebaran di kampung halamannya, Cupak, Kenagarian Lakitan Utara, Kecamatan Lengayang.
Dalam suasana penuh keakraban di salah satu rumah keluarga, Kompol Syafrizen menegaskan bahwa Idulfitri merupakan momentum kebersamaan dan kebahagiaan seluruh umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Ia menyampaikan bahwa hari kemenangan adalah saat di mana semua lapisan masyarakat, baik kaya maupun kurang mampu, dapat merasakan kebahagiaan yang sama berkat zakat fitrah, zakat mal, serta infak dan sedekah yang telah ditunaikan.
“Di hari yang fitri ini, kita kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Momentum ini hendaknya dimanfaatkan untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat ketakwaan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh unsur keluarga besar—dunsanak, mamak, kemenakan, sumando hingga anak cucu—untuk menjaga persatuan, menghindari konflik, serta menjauhi sifat iri dan dengki. Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Syafrizen turut menyampaikan pesan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sebagaimana amanat Bupati Hendrajoni, SH, MH, Datuak Bandaro Baso, terkait upaya menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
Salah satu poin penting yang ditegaskan adalah larangan penggunaan orgen tunggal pada malam hari, termasuk dalam pesta pernikahan.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga rasa kebersamaan dengan menggelar hiburan pada siang hari, tanpa mengganggu ketertiban lingkungan. Peran ninik mamak, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen kaum dinilai sangat penting dalam menyukseskan kebijakan tersebut.
“Demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Pesisir Selatan, mari kita patuhi bersama aturan ini dan menjaga nilai-nilai adat serta kebersamaan,” tegasnya.
Kegiatan halal bihalal yang berada di bawah panji kaum Datuak Rang Batuah tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, menjadi cerminan kuatnya nilai adat dan religiusitas masyarakat Minangkabau dalam menjaga persatuan dan ketertiban.(Mislinda)

