Type Here to Get Search Results !

Pasca Banjir dan Galodo, PDAM Padang Keluarkan Imbauan Waspada Musim Kemarau

 Pasca Banjir dan Galodo, PDAM Padang Keluarkan Imbauan Waspada Musim Kemarau

SKJENIUS TIME LINE,Padang — Pasca bencana banjir dan galodo yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Perumda Air Minum Kota Padang mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi musim kemarau yang mulai ditandai dengan rendahnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Kasubid Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang terjadi saat ini merupakan bagian dari anomali iklim. Meskipun secara umum wilayah Indonesia masih berada pada periode musim hujan,  di beberapa daerah, termasuk Kota Padang, justru berada pada kategori rendah.

Menurutnya, situasi tersebut perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku pada sejumlah sumber pengambilan (intake) yang digunakan oleh Perumda Air Minum Kota Padang untuk memproduksi air bersih bagi masyarakat.

“Jika curah hujan rendah terjadi secara terus-menerus, hal ini dapat berdampak pada menurunnya debit air di sumber-sumber intake, sehingga berpotensi memengaruhi pelayanan distribusi air kepada pelanggan,” jelas Adhie Zein kepada Jenius Time Line, Kamis (5/3/2026).

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya Kota Padang sempat diguyur hujan deras yang menyebabkan kondisi air baku menjadi keruh dan sempat mengganggu proses produksi air bersih. Perubahan cuaca yang sangat cepat dari hujan lebat menuju kondisi kering dalam waktu singkat inilah yang mendorong pihak Perumda AM Kota Padang mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.

Informasi mengenai dinamika cuaca tersebut juga merujuk pada pemantauan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, yang terus memantau perkembangan kondisi iklim dan cuaca di wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang.

Melalui imbauan ini, Perumda Air Minum Kota Padang berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak perubahan musim yang terjadi pascabencana banjir dan galodo.(Mislinda)