H. Edy Oktafiandi Buka Workshop Peningkatan Kompetensi Guru MTsN 4 Padang, Dorong Transformasi Pembelajaran Berbasis KBC dan HOTS
SKJENIUS TIME LINE,Padang — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, H. Edy Oktafiandi, memberikan pembinaan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru yang diselenggarakan oleh MTsN 4 Kota Padang di Ocean Beach Hotel, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Kompetensi Guru Melalui Transformasi Pembelajaran Berbasis KBC dan HOTS” ini berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 April 2026. Workshop tersebut diikuti oleh para guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah.
Dalam arahannya, H. Edy Oktafiandi menegaskan bahwa transformasi pendidikan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari di era perkembangan teknologi dan tantangan global saat ini. Menurutnya, guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Ia juga menekankan pentingnya penerapan pembelajaran berbasis KBC sebagai langkah strategis dalam membangun karakter, kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan komunikasi peserta didik. Guru, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan.
“Workshop ini harus menjadi momentum bagi para guru untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan meningkatkan profesionalisme dalam dunia pendidikan. Guru madrasah harus mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi unggul, religius, dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, pihak panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pendidik serta tenaga kependidikan di lingkungan MTsN 4 Kota Padang. Melalui workshop tersebut, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan tuntutan kurikulum modern.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kolaborasi, ditandai dengan sesi pembinaan, diskusi, pelatihan, serta penguatan strategi pembelajaran yang diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam proses belajar mengajar di madrasah.(Mislinda)

