Type Here to Get Search Results !

Dari Guru PJOK Jadi Kepala Sekolah, Afri Yesi Indra Jadikan SDN 10 Bandar Buat “Sekolah Pendekar”

 Dari Guru PJOK Jadi Kepala Sekolah, Afri Yesi Indra Jadikan SDN 10 Bandar Buat “Sekolah Pendekar”

SKJENIUS TIME LINE,Padang — Semangat membangun karakter siswa melalui olahraga dan seni bela diri terus digaungkan di SDN 10 Bandar Buat. Di bawah kepemimpinan Afri Yesi Indra, S.Pd., sekolah tersebut kini melakukan terobosan baru dengan menghadirkan program ekstrakurikuler pencak silat yang diarahkan untuk melahirkan generasi atlet sekaligus siswa berkarakter kuat.

Afri Yesi Indra yang sebelumnya dikenal sebagai guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta pelatih silat, kini mendapat amanah sebagai kepala sekolah di SDN 10 Bandar Buat Kota Padang. Berbekal pengalaman di dunia olahraga dan bela diri, ia membawa visi baru menjadikan sekolah sebagai “Sekolah Pendekar”.

Menurutnya, pendekar bukan sekadar orang yang mahir dalam bela diri, tetapi juga sosok yang memiliki keberanian, disiplin, jiwa kepemimpinan, serta semangat membela kebenaran dan melindungi yang lemah.

“Pendekar adalah seseorang yang sangat mahir dalam ilmu bela diri seperti silat dan dikenal karena keberaniannya. Mereka menggunakan kemampuannya untuk menegakkan keadilan, membela kebenaran, serta melindungi kaum yang lemah,” ujar Afri Yesi Indra saat diwawancarai Jenius Time Line, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, selama ini SDN 10 Bandar Buat telah memiliki sejumlah kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi siswa. Namun, dengan hadirnya ekstrakurikuler pencak silat, sekolah ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk membangun karakter, mental disiplin, dan prestasi olahraga sejak usia dini.

Program “Sekolah Pendekar” yang diusungnya tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik semata, tetapi juga pembentukan akhlak, rasa hormat kepada guru dan orang tua, serta membangun rasa percaya diri siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Afri berharap, melalui pembinaan silat sejak dini, SDN 10 Bandar Buat mampu melahirkan siswa-siswi atlet pencak silat yang berprestasi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Ia juga ingin menjadikan sekolah sebagai wadah pembentukan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan cinta budaya bangsa.

Terobosan tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai pihak karena dinilai mampu mengangkat nilai-nilai budaya Minangkabau sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah dasar.(Mislinda)