Menjejak Mimpi ke Prancis, Ayra Harumkan Budaya Nusantara di Panggung Dunia
SKJENIUS TIME LINE,Padang — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Sumatera Barat. Siswi MTsN 6 Kota Padang, Ayra Mifaturrahmah, berhasil menembus panggung internasional setelah terpilih mengikuti misi budaya ke Prancis tahun 2026 bersama komunitas Gentra Lestari Budaya. Kesempatan emas itu menjadi bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan kecintaannya terhadap seni tari Nusantara.
Berdasarkan surat resmi Gentra Lestari Budaya tertanggal 12 Mei 2026, Ayra dipercaya menjadi bagian dari delegasi budaya Indonesia dalam ajang Building Bridges Indonesia Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Association Les Amis de L’Indonesie di Prancis pada 21 Mei hingga 1 Juni 2026. Dari total 28 peserta dan ofisial yang tergabung dalam rombongan tersebut, Ayra menjadi satu-satunya delegasi asal Sumatera Barat.
Keikutsertaan Ayra bukan sekadar perjalanan seni biasa. Ia dipercaya membawa kekayaan budaya Minangkabau dan Papua dalam ajang tahunan internasional yang bertujuan memperkenalkan seni, budaya, dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat dunia.
Dalam rangkaian kegiatan di Prancis, Ayra dijadwalkan membawakan tiga tarian daerah yang sarat makna budaya Nusantara. Pada 27 Mei 2026, ia akan tampil dengan Tari Minang Kreasi Samsimar. Selanjutnya, pada 28 Mei 2026, Ayra akan menampilkan Tari Sentani dari Papua. Penampilannya akan ditutup melalui Tari Piring Lawang Tigo pada 30 Mei 2026 di La Mairie Martres-Tolosane, Kota Toulouse. Acara tersebut juga direncanakan dihadiri Wali Kota Toulouse, Jean-Luc Moudenc.
Momentum itu menjadi panggung penting bagi Ayra untuk memperkenalkan keindahan budaya Minangkabau dan Papua di mata dunia sekaligus memperlihatkan bahwa generasi muda Indonesia mampu tampil percaya diri di forum internasional.
Sebelum keberangkatannya, Ayra bersama sang ibu, Yuli, dan wali kelasnya, Dewi Ratih, menemui Kepala MTsN 6 Kota Padang, H. Yakub, di ruang kerjanya pada Senin, 18 Mei 2026. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh harapan. Dalam kesempatan tersebut, H. Yakub menyampaikan rasa bangga atas capaian siswinya yang mampu membawa nama madrasah hingga tingkat internasional.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Semoga Ayra dapat menjaga nama baik keluarga, madrasah, dan Indonesia selama berada di Prancis. Tampilkan budaya Nusantara dengan penuh percaya diri, tetap rendah hati, disiplin, dan jangan pernah meninggalkan ibadah,” ujar H. Yakub.
Ia juga berharap perjalanan budaya tersebut menjadi pengalaman berharga yang membuka jalan kesuksesan Ayra di masa mendatang.
Perjalanan Ayra menuju panggung internasional tidak diraih secara instan. Sebelumnya, ia telah mengoleksi berbagai prestasi di bidang seni tari. Pada tahun 2024 di Cirebon, Ayra meraih gelar Putri Tari Lingkungan. Setahun kemudian, pada ajang di Jakarta tahun 2025, ia kembali menorehkan prestasi sebagai Juara Favorit.
Di balik keberhasilannya, tersimpan doa dan dukungan besar dari sang ibu, Yuli. Ia selalu mengingatkan putrinya agar tidak meninggalkan salat, tetap fokus berlatih, dan terus berkarya di mana pun berada. Pesan sederhana itu menjadi pegangan kuat bagi Ayra dalam menapaki perjalanan seninya.
Sementara itu, Ayra berharap pengalaman berharganya di Prancis nanti tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih baik dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk berani bermimpi besar.
Dengan semangat, ketekunan, dan doa orang tua, Ayra kini menjejak mimpi hingga ke Eropa, membawa harum nama Indonesia dan memperkenalkan budaya Nusantara ke panggung dunia.(Mislinda)

