Sambangi MATAMUDA MTsN 1 Kota Pariaman, Kakankemenag Edy Oktafiandi Tanamkan Nilai Moderasi Beragama kepada Siswa Baru
SKJENIUS TIME LINE,PARIAMAN – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Pariaman, Edy Oktafiandi, menyampaikan materi Moderasi Beragama kepada para peserta MATA MUDA (Masa Ta'aruf Siswa Madrasah) 2026 di MTsN 1 Kota Pariaman, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk karakter peserta didik sejak dini agar memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, dan cinta tanah air.
Dalam penyampaiannya, Edy Oktafiandi menegaskan bahwa pemahaman mengenai moderasi beragama sangat penting ditanamkan kepada siswa baru. Menurutnya, para pelajar tidak hanya dituntut unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus mampu bersikap bijaksana dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Ia menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti melemahkan akidah atau membuat seseorang ragu terhadap keyakinannya. Sebaliknya, moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang berada di jalan tengah (wasathiyah), sehingga mampu menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menghormati.
Dalam materinya, Kakankemenag memaparkan empat pilar utama Moderasi Beragama. Pilar pertama adalah Komitmen Kebangsaan, yakni menanamkan pemahaman bahwa mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejalan dengan ajaran Islam serta Pancasila tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Pilar kedua adalah Toleransi, dengan mengajarkan siswa menghargai berbagai perbedaan, baik di lingkungan sesama umat Islam maupun antarumat beragama. Pilar ketiga, Anti Kekerasan, menanamkan sikap menolak segala bentuk perundungan, pemaksaan kehendak, maupun tindakan kekerasan atas nama apa pun, termasuk agama.
Sementara pilar keempat adalah Akomodatif terhadap Kearifan Lokal, yaitu mengajak siswa mampu menyelaraskan nilai-nilai agama dengan budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Edy Oktafiandi menambahkan bahwa materi moderasi beragama diberikan kepada siswa tingkat madrasah tsanawiyah karena usia remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan jati diri. Di era digital saat ini, remaja juga sangat rentan terpapar informasi yang mengandung paham ekstrem maupun hoaks melalui media sosial.
"Pembekalan ini diharapkan menjadi benteng dan filter yang kuat bagi para siswa dalam menyaring berbagai informasi. Kami berharap lulusan MTsN 1 Kota Pariaman tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), tetapi juga memiliki iman dan takwa (IMTAK) yang kuat, serta menjadi generasi yang ramah, santun, toleran, dan mampu menjaga persatuan di tengah masyarakat," pungkasnya (Vicky)

