KBRI Bangkok Pantau Banjir, Keselamatan 2.500 WNI di Thailand Jadi Perhatian
SKJENIUS TIME LINE,BANGKOK – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok terus memantau perkembangan situasi banjir yang melanda Bangkok, Thailand. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan dan mengantisipasi dampak bencana terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut.
Berdasarkan data Bangkok Metropolitan Administration (BMA) per Minggu, 27 September 2026, pukul 11.40 waktu setempat, sebanyak 36 ruas jalan di Bangkok masih terendam banjir dengan ketinggian air lebih dari 15 sentimeter. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah Indonesia, terutama dalam upaya memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas WNI di wilayah terdampak.
Di sisi lain, Badan Pengembangan Teknologi Geo-Informatika dan Antariksa Thailand (GISTDA) memprediksi risiko hujan lebat mulai menurun pada 29–30 September 2026. Dengan adanya perkiraan tersebut, kondisi cuaca di Bangkok diharapkan berangsur membaik sehingga risiko banjir dapat berkurang.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa terdapat sekitar 2.500 WNI yang menetap dan berada di Thailand, termasuk di Bangkok dan wilayah sekitarnya.
“ Terdapat sekitar 2.500 WNI yang menetap dan berada di Thailand, termasuk di wilayah Bangkok dan sekitarnya. Kemlu RI melalui KBRI Bangkok terus memantau dan menjalin komunikasi dengan komunitas WNI untuk mengantisipasi dampak banjir,” ujar Heni Hamidah, sebagaimana dikutip pada Selasa (29/9/2026).
Pemantauan tersebut merupakan bagian dari upaya pelindungan WNI di luar negeri, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Komunikasi dengan komunitas WNI menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan serta menyampaikan informasi yang diperlukan kepada masyarakat Indonesia di Thailand.
Kemlu RI melalui KBRI Bangkok diharapkan terus memperkuat koordinasi dan penyampaian informasi kepada WNI agar mereka dapat meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menghindari kawasan yang masih terendam banjir hingga situasi dinyatakan aman.(Aby)

