Perkuat Kompetensi, APRI Padang Pariaman Gelar Muzakarah Kitab Kifayatul Akhyar
SKJENIUS TIME,PADANG PARIAMAN — Guna mewujudkan layanan keagamaan yang berdampak di tengah tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin kompleks, para penghulu di Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat kompetensi dan kapasitas keilmuan. Penguatan tersebut tidak hanya dilakukan melalui forum kedinasan, tetapi juga dengan menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam klasik melalui kajian kitab.
Upaya tersebut diwujudkan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Padang Pariaman melalui kegiatan Muzakarah Kitab Kifayatul Akhyar Bab Nikah, khususnya pembahasan mengenai wali nikah. Kegiatan digelar di Aula KUA Kecamatan VII Koto Patamuan, Kamis (10/9/2026), dan diikuti para penghulu se-Kabupaten Padang Pariaman.
Muzakarah dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, H. Edy Oktafiandi. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi para penghulu untuk memperdalam khazanah fikih munakahat sekaligus meningkatkan kemampuan dalam membaca, memahami, serta mengkaji literatur keislaman klasik.
Muzakarah dipandu langsung oleh Tuanku H. Aznam, S.Th.I. dan Ahmad Zakiy, S.Th.I., yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam bidang keilmuan Islam.
Dalam sambutannya, Edy Oktafiandi menegaskan bahwa muzakarah tidak sekadar membahas kesimpulan atau produk hukum fikih. Lebih dari itu, para penghulu diajak memahami proses kajian kitab sebagaimana tradisi pembelajaran keilmuan Islam.
“Para penghulu tidak hanya mengetahui kesimpulan hukum, tetapi juga perlu memahami bagaimana proses dan sumber lahirnya sebuah pembahasan hukum,” ungkapnya.
Menurut Edy, proses muzakarah dilakukan mulai dari membaca matan, memahami arti dan kandungan teks, hingga mempelajari i‘rab atau kedudukan gramatikal setiap kata. Kemampuan tersebut dinilai penting agar penghulu memiliki landasan keilmuan yang kuat ketika memberikan penjelasan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, penghulu tidak hanya memiliki kemampuan administratif dalam menjalankan tugas, tetapi juga mempunyai kedalaman wawasan keagamaan yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.
Sementara itu, Ketua APRI Cabang Padang Pariaman, Heri Yudiansyah, mengatakan penguatan kompetensi keilmuan merupakan bagian penting dari profesionalitas penghulu.
Menurutnya, penghulu berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pernikahan dan kehidupan keluarga. Karena itu, peningkatan kapasitas keilmuan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan.
“Kegiatan muzakarah ini menjadi bagian dari ikhtiar APRI untuk meningkatkan kompetensi penghulu, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, berkualitas dan memiliki landasan keilmuan yang kuat,” katanya.
Ia menambahkan, kajian kitab klasik juga menjadi sarana untuk menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam sekaligus memperkaya perspektif para penghulu dalam memahami persoalan fikih munakahat yang berkembang di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Bimas Islam Irsyad, Analis SDM Aulia Hasanah, serta narasumber Dr. Marfiyanti, M.A. Kegiatan berlangsung dalam suasana akademis dan penuh semangat belajar bersama, sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalitas penghulu dalam menghadirkan layanan keagamaan yang semakin berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.(Mislinda)
