Edy Oktafiandi: Hakim Pilar Utama Kesuksesan MTQ, Penilaian Harus Jujur dan Objektif!
PARIAMAN, JENIUS TIME LINE — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XI Tingkat Kota Pariaman Tahun 2026 resmi mulai ditabuh. Ajang syiar Al-Qur’an yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 ini diawali dengan pengukuhan dan pelantikan Majelis Hakim MTQ oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, selaku Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Jumat (30/10/2026), bertempat di Aula Balai Kota Pariaman.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, H. Edy Oktafiandi, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Majelis Hakim yang telah dipercaya mengemban tugas dalam pelaksanaan MTQ. Menurutnya, para hakim merupakan tenaga profesional di bidang masing-masing sekaligus aset potensial Kota Pariaman dalam pembinaan dan pengembangan Al-Qur’an.
Edy Oktafiandi menegaskan bahwa keberadaan hakim merupakan salah satu pilar utama penentu suksesnya pelaksanaan MTQ, selain panitia dan peserta. Karena itu, setiap hakim dituntut menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, serta profesionalitas dalam memberikan penilaian.
" Lakukanlah penilaian secara objektif tanpa memihak dan tanpa memandang siapa peserta tersebut. Nilailah berdasarkan kemampuan, kualitas, dan penampilan masing-masing peserta. Jangan sampai pelaksanaan MTQ ini tercoreng oleh perilaku yang tidak terpuji," tegas Edy.
Ia juga mengingatkan bahwa hasil MTQ bukan sekadar menentukan siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi terbaik yang akan mewakili Kota Pariaman pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat hingga tingkat nasional.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad selaku Ketua Umum LPTQ dalam sambutannya berharap pelaksanaan MTQ Nasional XI Tingkat Kota Pariaman dapat berjalan lancar, sukses, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan keagamaan masyarakat.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ tingkat kota ini memiliki arti penting karena kegiatan tersebut telah vakum selama kurang lebih delapan tahun. Oleh sebab itu, momentum kebangkitan MTQ ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Yota Balad juga mengharapkan Majelis Hakim dapat menjalankan tugas secara profesional dan memberikan penilaian yang benar-benar objektif sehingga melahirkan peserta terbaik untuk menjadi duta Kota Pariaman pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat maupun nasional.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pariaman memiliki perhatian dan komitmen terhadap pengembangan program keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Pariaman RISALAH (Beriman, Saleh, dan Berakhlak).
Dengan dimulainya MTQ Nasional XI ini, diharapkan lahir qari-qariah, hafiz-hafizah, serta generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pelantikan Majelis Hakim menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh cabang perlombaan berlangsung dengan menjunjung tinggi integritas, sportivitas, dan keadilan. Sebab, suksesnya MTQ bukan hanya diukur dari kemeriahan penyelenggaraan, melainkan juga dari kualitas penilaian dan lahirnya generasi pecinta Al-Qur’an.(Mislinda)

