Type Here to Get Search Results !

POLISI BERSAMA MASYARAKAT: KOMPOL SYAFRIZEN SERUKAN PERANGI PEKAT, PERKUAT IMAN, DAN WUJUDKAN KAMTIBMAS KONDUSIF

 

POLISI BERSAMA MASYARAKAT: KOMPOL SYAFRIZEN SERUKAN PERANGI PEKAT, PERKUAT IMAN, DAN WUJUDKAN KAMTIBMAS KONDUSIF

PADANG, JENIUS TIME LINE — “Salam Polisi, Polisi Bersama Masyarakat.” Semangat kebersamaan antara kepolisian dan seluruh lapisan masyarakat menjadi landasan penting dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, tertib, dan kondusif.

Pesan tersebut menekankan bahwa polisi bukan hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga berperan sebagai penggerak, motivator, pelindung, pengayom, serta mitra masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, bermoral, dan sejahtera.

Kapolres Pesisir Selatan (Pessel)  AKBP Ricky Ricardo, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kompol Syafrizen, S.H., Datuk Rang Batuah, Wakil Kepala Polres Pesisir Selatan (Waka Polres Pessel), menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan dan ketertiban bukan semata-mata tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, semangat Polisi Bersama Masyarakat perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata, mulai dari kepedulian terhadap pendidikan, komunitas, olahraga, ketertiban berlalu lintas, hingga penguatan perekonomian masyarakat.

Polisi juga diharapkan menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan motivasi, kepedulian sosial, dan partisipasi warga untuk mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas sejak dini.

Perangi Penyakit Masyarakat, Bangun Kesadaran Hukum

Dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan tertib, diperlukan komitmen bersama untuk mencegah dan memberantas berbagai bentuk penyakit masyarakat (pekat) serta tindak pidana yang merugikan orang lain.

Upaya tersebut meliputi pencegahan balap liar, perjudian di lingkungan masyarakat maupun secara daring, penyalahgunaan narkoba, serta peredaran dan konsumsi minuman beralkohol yang memabukkan. Selain itu, pencurian, penipuan, dan berbagai bentuk kejahatan lainnya juga harus ditangani melalui penegakan hukum, edukasi, pembinaan, dan kepedulian bersama.

Persoalan sosial yang berkaitan dengan keluarga, pergaulan, dan perilaku masyarakat pun perlu disikapi secara bijaksana dengan mengedepankan pendidikan moral, dialog, pembinaan, serta penghormatan terhadap martabat manusia dan ketentuan hukum yang berlaku.

Pencegahan tidak cukup dilakukan setelah suatu pelanggaran terjadi. Masyarakat perlu membangun kepekaan terhadap lingkungan, memperkuat komunikasi dengan aparat, dan segera melaporkan indikasi gangguan keamanan melalui saluran resmi agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Semangat mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran juga perlu diterapkan melalui tindakan yang santun, bertanggung jawab, serta tidak main hakim sendiri.

ABS-SBK Menjadi Landasan Kehidupan Masyarakat Minangkabau

Di wilayah hukum Polda Sumatera Barat, nilai-nilai adat dan agama memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) menjadi salah satu landasan moral dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadaban.

Falsafah tersebut berjalan beriringan dengan peran Tungku Tigo Sajarangan, yakni ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai, termasuk unsur pemerintah dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pelayanan masyarakat.

Ketiga unsur tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, memberikan nasihat, menyelesaikan persoalan sosial, serta memperkuat kepatuhan terhadap nilai adat, ajaran agama, dan hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Dalam kerangka tersebut, konsep Tigo Tali Sapilin dapat dimaknai sebagai penguatan sinergi nilai adat, ajaran agama yang bersumber dari Al-Qur'an dan sunah, serta ketentuan hukum negara dalam kehidupan bermasyarakat.

Kolaborasi yang kuat antara tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, kepolisian, dan masyarakat diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka sehingga persoalan sosial, ekonomi, dan gangguan kamtibmas dapat dikenali serta diselesaikan sejak dini.

Permasalahan kecil yang ditangani secara responsif berpotensi mencegah munculnya persoalan yang lebih besar. Karena itu, pendekatan persuasif, musyawarah, edukasi, dan penegakan hukum yang adil perlu berjalan beriringan.

Wujudkan Masyarakat Madani yang Tertib, Peduli, dan Berintegritas

Masyarakat madani tidak hanya ditandai oleh situasi yang aman, tetapi juga oleh tumbuhnya kejujuran, toleransi, kepedulian, tanggung jawab, dan kesediaan untuk saling membantu.

Kehidupan masyarakat yang harmonis membutuhkan kesadaran untuk menghormati perbedaan, mematuhi aturan, menjaga persaudaraan, serta memberikan perhatian kepada kelompok rentan yang membutuhkan bantuan, bimbingan, dan pendampingan.

Di sisi lain, persoalan sosial dan ekonomi perlu ditangani secara terpadu melalui kerja sama berbagai pihak. Peningkatan kesejahteraan, penguatan ekonomi keluarga, pendidikan karakter, pembinaan generasi muda, serta pencegahan kenakalan remaja merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Dengan demikian, keamanan tidak hanya diukur dari rendahnya gangguan kriminalitas, tetapi juga dari tumbuhnya rasa aman, kepercayaan, solidaritas, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Kapolres Pesisir Selatan (Pessel)  AKBP Ricky Ricardo, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kompol Syafrizen mengajak seluruh unsur masyarakat untuk menyamakan persepsi bahwa kamtibmas kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat, sementara masyarakat membutuhkan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang profesional serta berkeadilan.

Bersama Menyongsong Indonesia Emas 2045

Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kepolisian, pemerintah, tokoh adat, alim ulama, cadiak pandai, pemuda, komunitas, dan warga bersatu, berbagai persoalan dapat dihadapi melalui langkah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Harapannya, tercipta lingkungan yang aman, lalu lintas yang tertib, kehidupan sosial yang harmonis, serta perekonomian masyarakat yang semakin berkembang.

Upaya tersebut juga sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup pesannya, Kompol Syafrizen menyampaikan doa agar seluruh masyarakat senantiasa memperoleh kemudahan, kelapangan, keselamatan, keberkahan, kesuksesan, dan kebahagiaan dalam kehidupan.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada kita semua, mengabulkan setiap niat dan ikhtiar yang baik, serta membimbing bangsa Indonesia menuju kehidupan yang aman, damai, adil, makmur, dan sejahtera. Aamiin ya Rabbal 'alamin.”

Salam Polisi. Polisi Bersama Masyarakat. Kamtibmas Kondusif, Tanggung Jawab Bersama.(Penulis: Kompol Syafrizen, S.H., Datuk Rang BatuahWakil Kepala Polres Pesisir Selatan (Waka Polres Pessel)