Type Here to Get Search Results !

Menuju 100 Hari Kerja,Hanida B.,S.Pd., M.Pd. Kepsek b SDN Batu Gadang Kecamatan Luki Kota Padang Perkuat Pendidikan Karakter melalui Budaya Sekolah Bersih

 Menuju 100 Hari Kerja,Hanida B.,S.Pd., M.Pd. Kepsek b SDN Batu Gadang Kecamatan Luki Kota Padang  Perkuat Pendidikan Karakter melalui Budaya Sekolah Bersih


SKJENIUS TIME LINE,PADANG – Memasuki 100 hari kerja sejak dilantik sebagai Kepala SDN Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan (LUKI), Kota Padang, Hanida B., S.Pd., M.Pd. mulai mendorong berbagai langkah nyata dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik.

Salah satu fokus yang diterapkan Hanida adalah membangun budaya sekolah bersih sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Menurutnya, kebersihan lingkungan sekolah bukan sekadar persoalan menjaga lingkungan tetap rapi, tetapi menjadi sarana untuk menanamkan nilai moral, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta kebiasaan positif kepada para siswa.

“Penerapan pendidikan berkarakter melalui budaya sekolah bersih merupakan proses menanamkan nilai-nilai moral dan kebiasaan positif kepada siswa melalui tindakan nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” jelas Hanida B., S.Pd., M.Pd. ketika diwawancarai Jenius Time Line, 6 Oktober 2026.

Ia menilai, pendidikan karakter akan lebih efektif apabila tidak hanya disampaikan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari. Karena itu, siswa didorong untuk terlibat langsung dalam menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman untuk belajar.

Selain penguatan karakter melalui budaya bersih, Hanida juga mengajak peserta didik mengembangkan kreativitas melalui kegiatan literasi dan numerasi. Salah satu upayanya dilakukan dengan mendorong siswa untuk membuat buku dengan memanfaatkan kemampuan membaca, menulis, mengolah informasi, serta menerapkan keterampilan numerasi yang mereka miliki.

Menurut Hanida, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kepercayaan diri siswa sekaligus menumbuhkan budaya membaca dan berkarya sejak dini. Siswa tidak hanya diposisikan sebagai penerima informasi, tetapi juga diarahkan untuk menjadi peserta didik yang mampu menghasilkan karya.

“Literasi dan numerasi harus terus dikembangkan melalui kegiatan yang nyata dan menyenangkan. Kami ingin anak-anak tidak hanya membaca buku, tetapi juga mampu menuangkan ide dan pengalaman mereka menjadi sebuah karya,” ujarnya.

Memasuki menuju 100 hari kepemimpinannya, Hanida berharap berbagai program tersebut dapat menjadi bagian dari budaya positif di SDN Batu Gadang. Pendidikan karakter, budaya bersih, serta penguatan literasi dan numerasi diharapkan berjalan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh warga sekolah.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang berkarakter, mandiri, bertanggung jawab, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan.