Setelah 8 Tahun Terhenti, MTQN Kota Pariaman Kembali Digelar, Pemko, Kemenag dan LPTQ Matangkan Persiapan
PARIAMAN, JENIUS TIME LINE — Setelah delapan tahun terhenti, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) tingkat Kota Pariaman kembali dipersiapkan. Pemerintah Kota Pariaman bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pariaman mematangkan berbagai persiapan agar pelaksanaan MTQN pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 berjalan lancar, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Pemantapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Balai Kota Pariaman, Rabu (21/10/2026). Rapat dipimpin Asisten I, Elfis Candra, serta dihadiri langsung Wakil Wali Kota Pariaman sekaligus Ketua LPTQ, Mulyadi, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, Edy Oktafiandi, bersama seluruh unsur panitia pelaksana dan tim teknis perlombaan.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Mulyadi menegaskan bahwa MTQN bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, melainkan juga menjadi bagian dari implementasi program Pariaman RISALAH, yakni Beriman, Saleh, dan Berakhlak.
Menurut Mulyadi, momentum kembalinya MTQN setelah delapan tahun terhenti harus dimanfaatkan untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an, sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di Kota Pariaman.
Ia meminta seluruh unsur yang terlibat agar mempersiapkan kegiatan secara matang, mulai dari pembagian tugas kepanitiaan, kesiapan lokasi, hingga mekanisme teknis setiap cabang perlombaan. Kejelasan tanggung jawab dan koordinasi antarpihak menjadi hal penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana.
“Jangan sampai ada celah maupun kekurangan yang dapat mencederai pelaksanaan perlombaan, baik dari sisi panitia, dewan hakim, peserta, maupun ofisial. Semua harus bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” demikian penekanan Mulyadi dalam arahannya.
Ia berharap MTQN tingkat Kota Pariaman tahun ini tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu melahirkan qari dan qariah berprestasi yang dapat membawa nama baik daerah pada ajang MTQ tingkat lebih tinggi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, Edy Oktafiandi, menyarankan agar sosialisasi dan gaung MTQN mulai digencarkan sejak sekarang. Menurutnya, publikasi perlu dilakukan secara luas melalui media sosial, penyampaian informasi di masjid-masjid, serta pemanfaatan mobil informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Edy menegaskan, Kementerian Agama mendukung penuh pelaksanaan MTQN tersebut. Dukungan itu akan diwujudkan melalui keterlibatan siswa madrasah, aparatur sipil negara (ASN), serta kelompok majelis taklim dalam berbagai rangkaian kegiatan dan cabang perlombaan.
Ia berharap keterlibatan berbagai unsur masyarakat dapat meningkatkan antusiasme warga sekaligus menjadikan MTQN sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Dengan persiapan yang terarah, dukungan lintas instansi, serta partisipasi masyarakat, MTQN Kota Pariaman 2026 diharapkan menjadi titik kebangkitan tradisi syiar Al-Qur’an di Kota Pariaman setelah delapan tahun vakum, sekaligus memperkuat perwujudan Pariaman RISALAH dalam kehidupan sehari-hari.

