Type Here to Get Search Results !

Dirut Perumda AM Padang Siapkan Transformasi Sistem Air Minum Berbasis Mitigasi

 Dirut Perumda AM Padang Siapkan Transformasi Sistem Air Minum Berbasis Mitigasi

SKJENIUS TIME LINE,Padang -- Padang 2 April 2026 Pasca bencana yang melanda sejumlah wilayah, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menegaskan pentingnya momentum strategis untuk bergerak cepat (gercep) dalam menyelaraskan kebutuhan daerah dengan arah kebijakan pemerintah pusat. Langkah ini dinilai krusial guna memperkuat sistem pelayanan air minum yang tangguh dan berkelanjutan.

Menurut Hendra, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun merupakan elemen vital dalam sistem penyediaan air bersih Kota Padang. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa bersifat parsial, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh, terencana, dan berjangka panjang dengan pendekatan berbasis mitigasi risiko bencana.

Dalam upaya memperkuat sistem tersebut, Perumda Air Minum Kota Padang telah merumuskan tiga proyek strategis. Pertama, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru melalui Intake Kananung Kota yang bertujuan menambah sumber air baku sekaligus meningkatkan ketahanan distribusi saat terjadi gangguan pada sumber eksisting.

Kedua, pembangunan IPA Tabang 2 yang diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas produksi air bersih. Proyek ini diharapkan dapat mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatnya aktivitas ekonomi di Kota Padang.

Ketiga, relokasi IPA Gunung Pangilun dengan kapasitas sekitar 500 liter per detik. Relokasi ini direncanakan mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan dinilai strategis untuk memindahkan fasilitas ke lokasi yang lebih aman dari ancaman bencana.

Hendra menegaskan bahwa relokasi tersebut bukan sekadar pemindahan fisik semata, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh sistem pelayanan air minum di Kota Padang. Dengan desain yang lebih modern dan adaptif terhadap risiko bencana, diharapkan potensi gangguan layanan akibat kondisi ekstrem dapat diminimalkan, sehingga masyarakat tetap memperoleh akses air bersih secara optimal.(Mislinda)