Type Here to Get Search Results !

Menyalakan Cahaya Literasi dari Sudut lorong Tangga Kelas: 100 Hari Kepemimpinan Lasri Afrioza di SDN 03 Bandar Buat

 Menyalakan Cahaya Literasi dari Sudut lorong Tangga Kelas: 100 Hari Kepemimpinan Lasri Afrioza di SDN 03 Bandar Buat


SKJENIUS TIME LINE, Padang ---Menjelang 100 hari masa kepemimpinannya, Kepala SDN 03 Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan (LUKI) Kota Padang, Lasri Afrioza, S.Pd., yang akrab disapa Ayang, menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah. Salah satu program unggulan yang tengah dipersiapkan adalah menyulap lorong Tangga serta lorong sekolah menjadi ruang literasi yang menarik dan inspiratif. 

Inisiatif kreatif ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan memanfaatkan dinding-dinding lorong, sekolah menghiasi ruang tersebut dengan berbagai macam gambar, kata-kata motivasi, dan rak buku yang berisi koleksi buku bacaan yang bervariasi. 

Selain itu, dilengkapi dengan duduk yang nyaman, sehingga siswa dapat membaca dengan santai.“Lorong tangga Pojok Baca Kelas”, sebuah gerakan sederhana namun berdampak besar dalam menumbuhkan minat baca siswa sejak dini.

Lorong Tangga yang di jadikan pojok Baca sekolah bukan hanya penghubung kelas, tapi juga gerbang menuju dunia baru.

Program ini menghadirkan sudut khusus di setiap ruang kelas yang diisi dengan berbagai koleksi buku bacaan ringan dan edukatif. 

Kehadiran pojok baca tidak hanya menjadi pelengkap ruang belajar, tetapi juga menjadi inspirasi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang ramah literasi dan menyenangkan bagi siswa.

Menurut Lasri Afrioza, penguatan literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan berpikir anak. 

Oleh karena itu, berbagai inovasi terus digalakkan agar siswa terbiasa membaca secara mandiri, bahkan di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Buku-buku yang disediakan pun beragam, mulai dari cerita anak, ensiklopedia mini, hingga kisah-kisah inspiratif yang sesuai dengan usia mereka.

Lebih dari sekadar menyediakan buku, program ini juga melibatkan peran aktif para guru dalam menjaga keberlanjutan budaya literasi di kelas. 

Para Majelis Guru didorong untuk mengatur jadwal membaca bersama, serta menghadirkan kegiatan kreatif seperti “hari bercerita” dan “tukar buku teman” guna menciptakan suasana belajar yang hidup dan interaktif.

“Pojok baca ini bukan hanya tempat membaca, tetapi ruang tumbuhnya imajinasi dan karakter siswa,” ujar Lasri Afrioza saat diwawancarai Jenius Timeline. 

Dikenal sebagai sosok kepala sekolah yang produktif menulis berbagai buku, ia berharap program ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif.

Dengan semangat inovasi menjelang 100 hari kerja, SDN 03 Bandar Buat terus bergerak menjadi sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam membangun budaya literasi sebagai bekal generasi masa depan.(Mislinda)