Type Here to Get Search Results !

Diskusi Publik Perdana DPN ASANTARA, Halius Hosen Paparkan Enam Fondasi Organisasi dan Tiga Filosofi Kepemimpinan Minangkabau

 Diskusi Publik Perdana DPN ASANTARA, Halius Hosen Macam Asia Sumbar Paparkan Enam Fondasi Organisasi dan Tiga Filosofi Kepemimpinan Minangkabau

SKJENIUS TIME LINE,Padang – Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) menggelar Diskusi Publik Perdana pada Sabtu, 11 Juli 2026, di Resto Suaso, Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan awal organisasi sebagai wadah insan media online yang profesional, independen, dan berintegritas.

Diskusi menghadirkan mantan Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak RI) sekaligus Ketua Dewan Pembina DPN ASANTARA, H. Halius Hosen, SH, MH, yang juga di kenal dengan Macan Asia Sumbar sebagai narasumber utama. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran lengkap pengurus DPN ASANTARA dan berlangsung dalam suasana hangat, penuh semangat, serta sarat dengan nilai-nilai kepemimpinan dan penguatan organisasi.

Dalam paparannya, Halius Hosen menegaskan bahwa organisasi besar tidak cukup hanya memiliki nama dan jumlah anggota yang banyak, tetapi harus dibangun di atas fondasi nilai, sistem, komitmen, serta kebersamaan yang kuat. Menurutnya, keberhasilan organisasi ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen untuk menjaga integritas dan menjalankan peran masing-masing secara konsisten.

Ia kemudian memaparkan enam fondasi utama organisasi yang harus menjadi pedoman bersama, yakni kepercayaan sebagai modal dasar organisasi, komitmen seluruh pengurus dan anggota, sistem yang profesional dan berkelanjutan, kebanggaan serta jiwa heroik dalam membesarkan organisasi, kebersamaan dan loyalitas, serta pentingnya tagline dan yel-yel sebagai identitas yang mampu membangkitkan semangat perjuangan.

Menurut Halius Hosen, kepercayaan lahir dari kejujuran, integritas, dan konsistensi antara ucapan dengan tindakan. Sementara itu, komitmen menjadi kekuatan utama agar organisasi mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan. Ia juga mengingatkan bahwa organisasi tidak boleh bergantung pada satu figur, melainkan harus ditopang oleh sistem yang kuat agar regenerasi kepemimpinan berjalan dengan baik.

Selain membahas fondasi organisasi, Halius Hosen turut mengangkat tiga filosofi kepemimpinan Minangkabau yang dinilainya tetap relevan dan berlaku universal, yakni Bakaniang Laweh yang bermakna memiliki wawasan luas dan berpikir jauh ke depan, Badado Lapang yang mengajarkan kebesaran jiwa dan kemampuan menerima perbedaan, serta Badompet Taba yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai penopang idealisme dan keberlangsungan organisasi.

Ia menilai ketiga filosofi tersebut dapat menjadi pedoman bagi para pemimpin maupun organisasi dalam menghadapi dinamika zaman, sekaligus menjaga independensi dan keberlanjutan program-program organisasi.

Sementara itu, Ketua Umum DPN ASANTARA, Drs. H. Marlis, MM, C.Med., menyampaikan apresiasi atas berbagai pemikiran dan pengalaman yang dibagikan Halius Hosen. Menurutnya, enam fondasi organisasi yang dipaparkan harus menjadi pegangan seluruh jajaran pengurus dalam membangun ASANTARA sebagai organisasi media yang profesional dan berdaya saing.

"ASANTARA tidak boleh hanya besar dalam nama, ramai dalam kepengurusan, tetapi lemah dalam tindakan. Kita ingin membangun organisasi media yang benar-benar kuat, berwibawa, disegani, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota, masyarakat, bangsa, dan negara," tegas Marlis.

Ia menambahkan bahwa organisasi yang kokoh harus dibangun di atas kepercayaan, komitmen, dan sistem yang baik, sehingga tidak bergantung pada sosok tertentu. Dengan semangat kebersamaan serta berpegang pada tagline "Profesional – Independen – Berintegritas," Marlis optimistis ASANTARA mampu tumbuh menjadi organisasi media nasional yang solid, kredibel, serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pers Indonesia.(Mislinda)