Wujudkan Imam Berkualitas,KAN Kenagarian Limau Manis Kota Padang Gelar Pelatihan dan Muzakarah Ulama
SKJENIUS TIME LINE,PADANG — Dalam rangka meningkatkan kompetensi para pemimpin ibadah sekaligus memperkuat peran tokoh agama di tengah masyarakat, KAN Kenarian Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, menggelar Pelatihan Imam Masjid/Mushalla dan Muzakarah Ulama se-Kenarian Limau Manis.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 19 hingga 20 September 2026, di Limau Manis tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Imam Berkualitas dan Mengokohkan Sinergi Adat dan Syarak Menuju Nagari Madani.”
Ketua Panitia Pelaksana, H. Wardas Tanjung, menjelaskan kepada Jenius Time Line bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas imam masjid dan mushalla, sekaligus memperkuat komunikasi serta sinergi antara ulama, tokoh adat dan masyarakat.
Menurutnya, imam memiliki posisi strategis dalam membimbing kehidupan keagamaan masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas imam tidak hanya menyangkut penguasaan ilmu agama, tetapi juga kemampuan memimpin, membina jamaah, menyampaikan pesan keagamaan dan merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang.
“Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan imam yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam memimpin ibadah, tetapi juga mampu menjadi teladan, pembimbing dan pengayom bagi jamaah serta masyarakat,” ujar H. Wardas Tanjung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, B.B.A.,Kepala Kantor Kemenag Kota Padang DR. H. Yasril.S.Ag.MA,Camat, lurah, Unsur Forkopimcan serta tokoh masyarakat dan tokoh adat, di antaranya Ketua KAN Limau Manis H. Zulkifli Dt. Rajo Gamuyang, S.H.
Kehadiran unsur pemerintah, ninik mamak, ulama dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen bersama membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, berlandaskan nilai adat dan agama.
Dalam pelatihan imam, para peserta mendapatkan penguatan wawasan keagamaan sekaligus pembekalan mengenai kepemimpinan umat. Para imam diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, komunikatif dan responsif terhadap kebutuhan jamaah.
Sementara itu, Muzakarah Ulama menjadi ruang untuk mempertemukan para ulama dan tokoh agama dalam membahas berbagai persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Forum tersebut diharapkan dapat melahirkan pemahaman dan solusi yang relevan terhadap dinamika kehidupan masyarakat saat ini.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkokoh filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau, yakni “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK).
Sinergi antara adat dan syarak dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang religius, beradat, harmonis dan berkarakter.
Melalui pelatihan dan muzakarah tersebut, Kenarian Limau Manis diharapkan semakin mampu memperkuat peran imam, ulama dan tokoh adat dalam membangun generasi yang berakhlak sekaligus menjaga nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau.
Dengan demikian, semangat menuju masyarakat madani yang kokoh dalam adat dan kuat dalam syarak dapat terus tumbuh dan diwujudkan secara bersama-sama di Kenarian Limau Manis.(Mislinda)

